Rektorat, Berita UIN Online—Kolej Universiti INSANIAH (KUIN) Malaysia menawarkan kerjasama kepada UIN Jakarta. Penawaran kerjasama ini disampaikan secara langsung oleh perwakilan dari KUIN Dr Mohamad Abdul Hamid (Timbalan Rektor Akademik), Jumat (03/11), bertempat di ruang kerja Rektor UIN Jakarta.

Rombongan KUIN tersebut, diterima langsung oleh  Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA didampingi Wakil Rektor Bidang Kerjasama Prof Dr Murodi MA, Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) Dr Hamka Hasan, dan beberapa kepala lembaga di lingkungan UIN Jakarta.

Sedangkan rombongan KUIN Malaysia, dikomandoi oleh Timbalan Rektor Akademik Dr Mohamad Abdul Hamid, Timbalan Rektor Pengurusan Keuangan Dato Haji Bukhari Abdullah, dan beberapa jajaran pimpinan KUIN Malaysia.

Dalam sambutannya, Abdul Hamid mengucapkan terima kasih kepada UIN Jakarta yang telah menyambut hangat niat kerjasama yang ditawarkan. Dirinya juga berharap, dengan kerjasama ini mampu meningkatkan kualitas pendidikan di kedua lembaga.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak UIN Jakarta yang telah menyambut baik niat KUIN untuk menjalin kerjasama dalam beberapa hal yang menyangkut peningkatan kualitas pendidikan. Terutama, dalam hal penelitian,” ungkap Abdul.

Menanggapi hal tersebut, rektor mengapresiasi maksud dan tujuan KUIN untuk menjalin kerjasama dengan UIN Jakarta. Rektor pun berharap, realisasi kerjasama ini segera dilaksanakan.

“Kami menyambut baik tawaran kerjasama dari KUIN. UIN Jakarta saat memang tengah gencar melakukan kerjasama dengan beberapa universitas baik dalam maupun luar negeri. Hal tersebut dilakukan guna mengembangkan keilmuan di UIN Jakarta dan lembaga rekanan,” pukasnya.

Usai prosesi penandatanganan kerjasama tersebut, Wakil Rektor Bidang Kerjasama UIN Jakarta Prof Dr Murodi MA kepada BERITA UIN Online mengatakan, bahwa kerjasama ini akan mulai direalisasikan tahun 2018 nanti.

“Kerjasama akan dilakukan dalam beberapa hal terkait peningkatan mutu pendidikan di kedua lembaga. Diantaranya, student exchange, visiting professor, sandwich program, international conference, dan riset collaborative. Tapi sebelumnya, akan dilakukan review mengenai beberapa hal pendukung kerjasama ini,” papar Guru Besar Sejarah Peradaban Islam itu.

Masih menurut Murodi, dalam waktu dekat akan dilakukan penjajakan sekaligus penyesuaian mata kuliah apa dan di fakultas mana kerjasama ini dapat dilakukan.

Sebagai informasi, KUIN adalah perguruan tinggi yang mulai beroperasi sejak 1 Oktober 1995. Ide pendiriannya bermula saat pegawai tinggi kerajaan negeri, tahun 1993 Dato’ Paduka Hj. Ahmad Basri Mohd Akil, dan Tuan Hj. Sukri Hashim mengadakan lawatan ke Kaherah, Mesir. Sejak saat itu, ide pendirian kampus yang beralamat di 09300 Kuala Ketil, Kedah Darul Aman, Malaysia, bermula dan berjalan hingga saat ini. (lrf)

 

Share This