Jakarta, BERITA UIN Online—Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta kembali menggelar konferensi internasional kali kedua di Jakarta, Selasa-Rabu (16-17/10/2018). Sesuai tajuknya, Human Welfare in Modern Society: Redefining the Role of Economy, Law, and Philanthropy, konferensi kali ini menyoroti isu kesejahteraan manusia dalam masyarakat modern.

Konferensi sendiri dibuka Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly. Selain itu, konferensi juga mengundang sejumlah narasumber dari sejumlah universitas dunia seperti Hunud Abia Kadouf dari IIUM, Muammar Salameh dari Prince Mohammad bin Fahd University, Kostas Retsikas dari SOAS London, dan Dina Imam Supaat dari USIM Malaysia.

Dari UIN Jakarta, turut hadir menjadi narasumber Prof Atho Mudzhar, Prof. Arskal Salim, dan Prof Masykuri Abdillah dari UIN Jakarta). Puluhan presenter seminar juga menghadirkan menyajikan hasil risetnya dalam sejumlah panel.

Dekan FSH Dr. Phil. Asep Saepudin Jahar dalam laporannya mengatakan, konferensi internasional tahun ini merupakan konferensi untuk kali kedua setelah digelar tahun sebelumnya. Berbeda dengan sebelumnya, konferensi tahun ini menyoroti isu human walfare dilihat dari tiga topik, filantropi dan human walfare bagi keadilan sosial, kesejahteraan sosial dan ekonomi, dan hukum dan HAM.

“Alhamdulillah, tahun ini kami kembali menggelar konferensi internasional. Mudah-mudahan forum ini menjadi forum pertukaran gagasan positif bagi tujuan human walfare,” katanya.

Sementara itu, Yasonna dalam pembukaannya menyambut baik inisiatif FSH UIN Jakarta menggelar konferensi dengan tema yang cukup aktual. “Kami berharap forum ini memberikan gagasan positif sehingga tercipta keadilan sosial di tengah-tengah masyarakat tanah air,” tandasnya. (farah nh/yuni nk/zm)

Share This