Bogor, BERITA UIN Online – Kementerian Agama melalui melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam menyusun draft petunjuk teknis (juknis) kerjasama luar negeri dan pedoman rekruitmen beasiswa mahasiswa asing. Penyusunan juknis dan pedoman ini menjadi tahapan dalam internasionalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Penyusunan dilakukan pada kegiatan Wokshop Kerjasama International di Lingkungan PTKIN yang berlangsung di Bogor, 27 Februari – 1 Maret 2018. Hadir dalam kegiatan ini, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) M. Arskal Salim GP, Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Diktis Agus Sholeh beserta para Kepala Seksi di bawahnya.

Hadir juga Pimpinan PTKIN yang menangani bidang kerjasama. Selaku narasumber, Direktur Sekolah Staf Dinas Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri M. Aji Surya dan Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Bahrul Hayat.

Direktur Diktis Arskal Salim menyampaikan, penguatan kerjasama dalam bidang pengiriman dosen dan mahasiswa asing harus dicermati dengan lebih teliti, utamanya terkait juklak dan juknisnya serta pedoman dalam pelaksanaan program ini sehingga bisa berjalan dengan baik.

“Kementerian telah bertemu dengan para atase pendidikan dari beberapa kedutaan besar dan program ini disambut dengan baik. Ini di luar imajinasi yang pada mulanya tidak dipikirkan namun menjadi motivasi untuk bisa lebih baik,” jelasnya, Selasa (27/02).

Selain promosi beasiswa mahasiswa asing kepada sejumlah kedutaan besar, hal yang juga penting adalah kesiapan PTKIN dalam menerima program ini. “UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Kalijaga dan IAIN Purwokerto saat ini sudah siap. Tanpa digagas, bahkan program ini sudah berjalan selama ini,” pinta Arskal.

“Saya berharap PTKIN lain juga memiliki kesiapan yang sama dalam menerima program ini,” sambungnya.

Arskal mengingat pesan Presiden Joko Widodo bahwa untuk mendapatkan daya saing bangsa di dunia International, Indonesia tidak hanya menjadi negara penerima beasiswa namun sudah saatnya memberikan beasiswa. “Saya berharap bagi PTKIN yang memiliki mahasiswa asing agar menyiapkan lembaga bahasa Indonesia serta data base yang kuat,” ujarnya.

M. Ari Aji Surya meminta program ini disiapkan secara baik dan dikemas dengan menarik. “Apa distingsi dan exelency dari PTKIN kita harus disajikan dengan bagus dan target pasar yang pas semuanya harus jelas,” ujar Direktur SESDILU Kemenlu RI.

Sementara Agus Sholeh menambahkan bahwa pertemuan ini akan menyusun desain dan pedoman kerjasama yang merujuk pada PMA tentang bantuan asing. “Kami berharap para pimpinan yang melakukan perjalanan ke Luar Negeri saat ini tidak lagi mencari beasiswa namun sudah saatnya mencari mahasiswa yang akan diberi beasiswa di PTKI kita,” harap Agus.

“Semoga tahun ini program Internationalisasi PTKI dan program beasiswa mahasiswa asing ke Indonesia bias berjalan dengan lancer dan baik”, harap Iwan Yusuf selaku Kasi Kerjasama. (lrf/eae/kemenag.go.id/alip)

Share This