Bogor (23/10) BERITA UIN Online – Sejumlah Operator Pengelola Barang Milik Negara (BMN) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan BMN berbasis web dan SOP Labelisasi BMN dengan QR Code. Selasa (23/10). Kehadiran Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 27 tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah, Barang Milik Negara adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau berasal dari perolehan lainnya yang sah. Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah yang semakin berkembang dan kompleks perlu dikelola secara optimal.

Dalam rangka melakukukan optimalisasi pengelolaan BMN, Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan inovasi melalui proyek perubahan dalam hal pengelolaan BMN dengan membangun Sistem Pengelolaan BMN berbasis web yang dinamai SILOLA. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan (AKLAP) UIN Jakarta, Suhendro Tri Anggono, M.Si. dalam sambutannya pada acara Bimtek yang diadakan di Hotel Amasya Bogor Jawa Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari ini secara resmi dibuka oleh Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan (PK) Drs. Subarja, M.Pd. turut hadir Drs. H. Muhammad Tahmid, M.Pd dari Pusdiklat Tenaga Administrasi Kemenag RI. Dalam sambutannya, Kepala Biro PK menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai sebuah inovasi proyek perubahan yang dilakukan oleh Kabag Aklap dalam melakukan pengelolaan BMN di UIN Jakarta.

“Kegiatan Bimtek Operator BMN ini sangat penting dan di harapkan dapat memberikan pemahaman yang sama tentang penggunaan aplikasi baru yang di bangun oleh AKLAP. “ ungkap Subarja.

Sementara itu, Kabag Aklap UIN Jakarta Suhendro Tri Anggono, M.Si. menyampaikan tujuan Bimtek ini untuk membangun komitmen integritas antara pengelola BMN dimasing-masing fakultas dan unit kerja. “Target yang dicapai dalam kegiatan bimtek ini yaitu memberikan pemahaman yang sama tentang penggunaan aplikasi SILOLA yang merupakan aplikasi baru, operator BMN melakukan input data BMN berikut dengan foto-nya ” ungkap Suhendro.

Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Drs. H. Muhammad Tahmid, M.Pd dari Pusdiklat Tenaga Administrasi Kemenag RI. Dalam paparannya, Tahmid menekankan operator sebagai pengelola harus ikut menjadi Agent of Change, mengingat pengelolaan Barang Milik Negara yang semakin berkembang dan kompleks.

Diharapkan pada tahun 2019 labelisasi barcode dengan type QR Code sudah di terapkan secara menyeluruh di UIN Jakarta.(lrf/IM)

Share This