Bandung, BERITA UIN Online— Ikhtiar UIN Jakarta menjadi universitas berkelas dunia atau world class university bukan semata-mata ingin direkognisi oleh publik dunia, khususnya masyarakat akademik global. Lebih dari itu, keinginan menjadi world class university berangkat dari keinginan menampilkan wajah Islam Indonesia yang dinilai ramah dibanding wajah Islam di berbagai negara lain, terutama negara-negara asal kawasan Timur Tengah.

Demikian disampaikan Rektor Prof. Dr. Dede Rosyada MA saat membuka Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) UIN Jakarta 2018 di Hotel el Royale, Kawasan Braga, Bandung, Jawa Barat, Minggu malam (21/1/2018). Rakerpim yang dihadiri para pengambil kebijakan di lingkungan rektorat, fakultas, lembaga, dan jurusan sendiri mengambil tema Transforming into A World Class University.

“Keinginan menjadi World Class University, bukan semata keinginan agar direkognisinya karya akademik UIN Jakarta oleh masyarakat akademik dunia, bukan semata diterimanya sarjana lulusan kampus ini oleh pasar kerja. Tapi lebih dari itu, kita ingin menonjolkan uniqueness, keunikan, yang dimiliki Islam Indonesia, utamanya UIN Jakarta,” paparnya.

Keunikan demikian, paparnya, adalah karakter moderat atau wasathiyah-nya Islam di Indonesia. Karakter demikian terlihat dari sikap toleransi dan penghargaan sebagian besar masyarakat Muslim kawasan ini terhadap masyarakat non-Muslim lainnnya.

“Beberapa waktu lalu, saya diundang ke Belgia. Banyak yang saya temui dalam berbagai forum diskusi formal dan non formal mengapresiasi betapa indahnya penghargaan atas keragaman di Indonesia,” ungkapnya.

Apresiasi demikian, sebut Rektor, bukan semata penghargaan terhadap Islam dan masyarakat Muslim tanah air. Lebih dari itu, apresiasi itu mensuratkan ekspektasi masyarakat dunia terhadap Islam yang penuh dengan sikap toleransi, penghargaan, termasuk kesiapan mengembangkan ilmu dan peradaban dunia.

Atas dasar itu, sambungnya, UIN Jakarta harus mengejar posisi menjadi universitas berkelas dunia yang ditandai banyaknya mahasiswa asing belajar Islam dan ilmu pengetahuan di UIN Jakarta. Kelak setelah lulus, para mahasiswa inilah yang akan menjadi agen penebar karakter Islam yang ramah dan penuh penghargaan terhadap realitas perbedaan.

UIN Jakarta sendiri, sambung Rektor, siap memperluas fasilitasi mahasiswa asing yang ingin belajar di UIN Jakarta. Jika tahun-tahun sebelumnya hanya diberikan beasiswa, maka nantinya UIN Jakarta akan membangun asrama khusus mahasiswa asing. Di asrama ini, mereka bisa tinggal dan belajar dengan lebih fokus.

Asrama mahasiswa asing, sambungnya, akan dibangun di wilayah kampus II atau di lahan depan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Untuk biaya dan pembangunannya, UIN Jakarta telah memegang komitmen dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). “Mudah-mudahan Kementerian PUPR segera merealisasikannya tahun ini,” terangnya.

Disasar Program 2000 Mahasiswa Asing

Segendang sepenerian dengan keinginan memperluas fasilitasi mahasiswa asing belajar di UIN Jakarta, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin MA meminta kesediaan UIN Jakarta menjadi salah satu perguruan tinggi sasaran Program 2000 Mahasiswa Asing yang belajar di Indonesia.

“Kementerian Agama punya agenda, dimana tahun 2018 ini, kami akan mengundang 2000 mahasiswa asing untuk belajar di Indonesia. Dan saya kira, UIN Jakarta bisa berperan lebih besar dari yang lain,” katanya saat menjdi narasumber dalam Rakerpim UIN Jakarta 2018 di Bandung, Senin (22/1/2018).

Namun Kamaruddin belum memberikan kepastian berapa jumlah mahasiswa asing yang bisa dialokasikan ke UIN Jakarta. “Mudah-mudahan UIN Jakarta 100 orang. Nanti akan saya sampaikan ke Pak Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Prof. Dr. Arskal Salim GP MA, red.),” imbuhnya.

Terkait tawaran program 2000 mahasiswa asing belajar di Indonesia, Rektor sendiri mengungkapkan keinginannya agar UIN Jakarta bisa menerima asing dari banyak negara. Alasannya, Rektor ingin sebaran alumni UIN Jakarta bisa lebih luas. Dengan sebaran seperti demikian, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi duta-duta Islam ala Indonesia yang toleran dan penuh penghargaan atas setiap bentuk keragaman. Semoga! (farah nh/yuni nk/zm)

Share This