Palu, Donggala, BERITA UIN Online– Setelah enam hari pasca bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala, data jumlah korban, kerugian, dan kerusakan semakin bertambah.

Berdasarkan informasi BNPB jumlah korban meninggal sebanyak 1.424 jiwa, korban luka berat sebanyak 2.549 jiwa, korban hilang sebanyak 113 jiwa, korban tertimbun sebanyak 152 jiwa, penyintas sebanyak 70.821 jiwa dan sebanyak 66.238 unit rumah yang mengalami kerusakan. Adapun kebutuhan mendesak BBM, makanan, air, rumah sakit lapangan, tenda pengungsian, terpal, selimut, veltbed, alat penerangan, genset, perlengkapan sekolah, pakaina, alat makan, alat mandi, perlengkapan sholat, dan kantung mayat.

Demikian dikutip KMPLHK Ranita UIN Jakarta dari BNPB pada Kamis, (4/10/2018). Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pencinta alam yang mendapat mandat dari UIN Jakarta untuk merespon bencana di Palu Donggala tersebut.

Ranita bergerak menghimpun dana dari lembaga internal kampus sekaligus menjadi delegasi kampus untuk menjadi relawan di lokasi terdampak. Ranita pun mendirikan posko sebagai pusat informasi dan  bekerjasama dengan beberapa lembaga kemahasiswaan untuk menggalang donasi.

Diketahui tercatat total donasi terkumpul dari 30 September sampai dengan tanggal 4 Oktober sejumlah sebesar Rp 27.305.200.

“Adapun bantuan logistiknya adalah terpal ukuran 6×8 Meter sebanyak 5 buah, Pampres sebanyak 12 box, pembalut sebanyak 12 box, Sarden sebanyak 24 buah, Abon sebanyak 10 buah, Biskuit sebanyak 12 buah, dan makanan bayi sebanyak 24 buah,” ujar ketua relawan Ranita Lien Sururoh Jurusan Kimia semester 9 yang memiliki skill manajemen posko.

Selain itu juga, lanjutnya, Ranita juga menyalurkan bantuan dari KBRD (Keluarga Besar Rakyat Demokratik) yang memberikan pampers 6 box, Breast holder wanita 1 box, baju wanita 1 box, pembalut wanita 3 box, dan daleman pria 1 box.

Dijelaskannya, dalam merespon bencana ini, Ranita UIN Jakarta mengirimkan 4 relawan selain dirinya, Risma Tri Yurita Jurusan Kesejahteraan Sosial semester 7 yang memiliki skill psikososial, Abdurrahman Heriza Jurusan Sejarah Peradaban Islam semester 9 yang memiliki skill evakuasi, dan Iqbal Ramadhan Jurusan Kesehatan Masyarakat semester 7 yang memiliki skill evakuasi.

“Sebelum pemberangkatan relawan, dilakukan upacara pelepasan pada 3 Oktober dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Yusron Razak MA, lembaga kemahasiswaan, dan Dema UIN Jakarta di halaman parkir gedung rektorat,” Pungkas Lien. (mf)

Share This