Auditorium Utama, BERITA UIN Online— Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta menggelar Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan 2018 untuk 759 guru dari berbagai madrasah se-Jawa, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Barat. Pelatihan dimulai hari ini, Jumat (21/12/2018), dengan dibuka langsung oleh Dekan FITK UIN Jakarta Prof. Dr. Ahmad Thib Raya MA.

Dalam pembukaannya, dekan meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan baik sehingga bisa meningkatkan kualifikasi diri mereka sebagai seorang pendidik. Terlebih, sambungnya, para peserta merupakan pendidik yang cukup beruntung bisa mengikuti kegiatan ini setelah melalui proses pendaftaran dan seleksi yang cukup panjang.

“Bapak ibu guru yang hadir hari ini adalah para pendidik yang terpilih mengikuti pelatihan profesi. Dan, kami harapkan bapak ibu bisa mengikuti seluruh pelatihan dengan baik. Kami doakan, semuanya sukses,” paparnya.

Pendidikan sendiri dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Selama waktu ini, para guru akan mendapatkan pelatihan pengajaran dari para instruktur yang ditunjuk sehingga setelah mengikuti kegiatan diharap menjadi pendidik dengan kualifikasi akademik, individu dan sosial yang lebih baik.

Diketahui, pendidikan ini merupakan program pendidikan yang bertujuan mencetak peserta didik untuk memiliki keahlian khusus dalam menjadi guru. Untuk bisa mengikuti pendidikan ini, seorang guru harus memenuhi sejumlah persyaratan seperti berpendidikan sarjana atau diploma IV, memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan atau NUPTK; dan Terdaftar pada data pokok pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Di tempat yang sama, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum FITK, Dr. Ahmad Sofyan M.Pd mengungkapkan pihaknya telah menunjuk sejumlah dosen di lingkungan FITK yang memenuhi kualifikasi sebagai instruktur pelatihan. Untuk itu, ia berharap para peserta pelatihan bisa mengikuti kegiatan dengan fokus.

“Bagi kami sendiri, kegiatan ini merupakan amanat untuk berkontribusi meningkatkan kualitas akademik dan profesi para pendidik di berbagai madrasah tanah air,” katanya lagi. (adit/her/zae)

Share This