Depok, BERITA UIN Online– Empat Delegasi Perpustakaan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta melakukan kegiatan Studi Layanan ke Perpustakaan Universitas Indonesia (UI) Depok pada Jum’at (10/11/2017).

Delegasi yang dipimpin Kepala Urusan Perpustakaan FITK Lolytasari Batubara MSi itu disambut sangat luar biasa oleh Kepala Perpustakaan UI Depok Fuad Gani MA beserta jajaran stafnya di Ruang Kepala Perpustakaan lantai 3.

“Ada 3 hal yang menarik dari studi layanan ini,” ujar Lolyta melalui pesan singkatnya di WAG FITK UIN Jakarta usai kegiatan tersebut.

Pertama, sambung Lolyta, adanya layanan ATM Knowledge, kedua adanya layanan Uji Plagiasi Mandiri dan terakhir adanya ruang khusus untuk dosen dan mahasiswa.

Diuraikannya, layanan ATM Knowledge adalah layanan untuk memudahkan anggota perpustakaan mendapatkan e-resources hasil pilihan perpustakaan secara gratis. ATM ini dapat dikatakan sebagai banknya e-journal dan e-book yang dilanggan UI, sehingga e-resources yang dilanggan Perpustakaan Pusat dapat terekod dan dapat dimanfaatkan anggota perpustakaan kapanpun juga.

“Untuk di UIN Jakarta, semua itu mungkin hanya bisa dilakukan oleh Perpustakaan Pusat, kecuali yang kedua masih akan kami usahakan,” imbuhnya.

Namun yang menjadi kata kunci dari pembicaraan Fuad Gani menurut Lolyta adalah kampus bisa dilihat baik, jika perpustakaannya lebih besar dari pusat layanan administrasi.

“Pustakawan tidak hanya memikirkan layanan sirkulasi saja, tapi juga harus mengetahui berbagai isu-isu terbaru berkenaaan dengan pengembangan perpustakaan terbaru, di antaranya adalah sudah saatnya perpustakaan membuat networking, lepas dari out of box dan yang pasti pustakawan harus memahami how to manage library,” tandas Lolyta mengutip ucapan Gani.

Oleh karena itu, sambungnya, dibutuhkan SDM yang betul-betul memahami cara pengelolaan perpustakaan. Selain itu, harus ditunjang dengan anggaran yang besar setiap tahunnya.

“UI itu memiliki anggara sebesar Rp 25 M pertahun dan itu termasuk pengembangan skill SDMnya,” tegasnya.

Dari hasil benchmarking ini, Lolyta berencana meneruskannya ke Perpustakaan Pusat UIN Jakarta yang nantinya diharapkan perpus pusat akan menjadi lebih lengkap dan teratur, sehingga membuat betah para pengunjung.

“Untuk perpustakaan FITK sendiri kalau bisa dipush ruang untuk dosen agar lebih nyaman dan menarik minat dosen untuk pemanfaatan perpustakaan, dan setiap kunjungan dosen khususnya ada kartu usulan buku yang penting untuk menunjang pembelajaran dan wawasan dosen,” saran Lolyta. (mf)

Share This