Ciputat, BERITA UIN Online— 11 guru besar dinyatakan lolos seleksi berkas Penjaringan Bakal Calon Rektor UIN Jakarta masa bakti 2019-2023. Ini dilakukan menyusul segera berakhirnya masa kepemimpinan Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Dede Rosyada MA untuk periode 2015-2019. http://www.uinjkt.ac.id/id/pengumuman-hasil-seleksi-berkas-penjaringan-bakal-calon-rektor-uin-syarif-hidayatullah-jakarta-periode-tahun-2019-2023/

Demikian keterangan tertulis Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Abdul Hamid MS seperti dikutip BERITA UIN Online, Selasa (25/09/2018). “Dengan ini diumumkan hasil seleksi berkas Penjaringan Bakal Calon Rektor UIN Jakarta periode 2019-2023 dan dinyatakan lulus,” sebutnya.

Ke-11 guru besar itu adalah Prof. Dr. Amsal Bakhtiar MA, Prof. Andi M. Faisal Bakti Ph.D, Prof. Dr. Jamhari MA, Prof. Dr. Masri Mansoer MA, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis MA, Prof. Dr. Sukron Kamil MA, Prof. Dr. Zulkifli MA, Prof. Dr. Ulfah Fajarini MA, Prof. Dr. Abdul Mujib MA, Prof. Dr. Murodi MA, dan Prof. Didin Saepudin MA.

Setelah dinyatakan lulus seleksi berkas, sambung Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum ini, seluruh pendaftar lolos seleksi diminta segera melengkapi syarat-syarat yang diminta. Diantaranya salinan penilaian prestasi kerja PNS selama dua tahun terakhir, kartu pegawai, Surat Pernyataan LHKPN, Surat Keterangan Sehat dan Bebas Narkoba, pernyataan tidak melakukan plagiat dan kualifikasi diri.

“Dokumen dapat dikirim ke Bagian Organisasi, Kepegawaian, dan Peraturan-Perundang-undangan, Biro AUK, UIN Jakarta. Penerimaan berkas paling lambat 26 September (Rabu, red.), pukul 12.00 WIB,” tambahnya.

Diketahui, masing-masing guru besar yang dinyatakan lolos seleksi memiliki pengalaman kepemimpinan struktural cukup mumpuni. Amsal yang berlatarbelakang Kepala Puslitbang Penda Kemterian Agama pernah menduduki jabatan Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Direktur Diktis Kementerian Agama RI.

Adapun Andi, Guru Besar FIDIKOM UIN Jakarta pernah dipercaya menjabat Direktur International Office UIN Jakarta. Selebihnya, dosen kelahiran Wajo, Sulawesi Selatan ini malang melintang di berbagai lembaga di luar kampus seperti mendirikan Center for Cross Cultural Communication and Human Relations in Actions (C3 HURIA).

Jamhari, kolega Andi di FIDIKOM, merupakan Guru Besar Antropologi. Sebelumnya, Jamhari pernah dipercaya menjabat Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga UIN Jakarta.

Kontestan selanjutnya, Masri merupakan Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta sejak 2014 lalu. Sebelumnya di fakultas yang sama, Masri pernah menjabat Sekretaris Prodi Aqidah Filsafat (2001–2005), Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (2006-2010), Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum (2010-2014).

Seperti halnya Masri, tiga lainnya adalah dekan aktif di lingkungan fakultas masing-masing. Sukron merupakan Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Zulkifli mengemban tugas Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, sedang Mujib adalah Dekan Fakultas Psikologi.

Lainnya, Murodi dan Didin. Murodi merupakan Wakil Rektor Bidang Kerjasama UIN Jakarta sejak 2015 lalu setelah sebelumnya dipercaya sebagai Dekan FIDIKOM. Adapun Didin, merupakan Ketua Program Studi Doktor Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta.

Dua guru besar lainnya merupakan guru besar ‘Srikandi’ UIN Jakarta, Amany dan Ulfah. Amany merupakan Guru Besar Sejarah Politik Islam Fakultas Syariah dan Hukum yang pernah dipercaya menjadi Deputi Direktur Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta (2011-2015), sedang Ulfah merupakan Guru Besar Antropologi Budaya FITK sejak 2017 lalu. (farah nh/yuni nk/zm/berbagai sumber)

Share This