USIM Studi Banding Ke FAH UIN Jakarta

 

159

Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) melakukan kunjungan ke Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Jakarta. Kunjungan beberapa mahasiswa Fakulti Pengajian Bahasa Utama USIM tersebut bertujuan melakukan studi banding kebahasaan pada jurusan Bahasa dan sastra Arab dan Terjemah, Kamis (20/07).

Gedung fah, berita uin online— Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) melakukan kunjungan ke Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Jakarta. Kunjungan beberapa mahasiswa Fakulti Pengajian Bahasa Utama USIM tersebut bertujuan melakukan studi banding kebahasaan pada jurusan Bahasa dan sastra Arab dan Terjemah, Kamis (20/07).

Kedatangan rombongan yang dikomandoi oleh Ketua Program Sarjana Muda Bahasa Arab dan Komunikasi USIM tersebut, disambut oleh Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum FAH UIN Jakarta Dr Yaniah Wardani MA, didampingi Kepala Program Studi Bahasa dan Sastra Arab M Husni Thamrin MA, dan Kepala Program Studi Tarjamah Bahasa Arab Dr Moch Syarif Hidayatullah MA, serta M Najiyudin sebagai Ketua Dewan Mahasiswa FAH ditemani sejumlah mahasiswa FAH lainnya.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, bertempat di ruang teater Prof Dr Abdul Ghani  dan dimulai pada pukul. 08.00 hingga selesai.

Dalam sambutannya, Wan Azura Wan Ahmad mengucapkan terimakasih kepada pihak UIN Jakarta, terutama FAH yang telah menerima rombongannya berkunjung ke kampus Islam terbesar di Asia Tenggara ini.

“Kami berharap ada kerjasama yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan antara USIM dan UIN Jakarta. Hal ini dimaksudkan agar kedua lembaga mampu saling menunjang bagi perkembangan keilmuan khususnya di program studi Bahasa Arab,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut,  Yaniah Wardani mengatakan, pihak FAH mengapresiasi maksud dan tujuan rombongan USIM tersebut. Dirinya juga berharap, kegiatan studi banding antar universitas seperti ini harus selalu dilaksanakan demi pengembangan dan penggunaan Bahasa Arab yang lebih baik.

“Kita bisa saling men-support dan mengevaluasi di bidang Bahasa Arab apa yang masih kurang, baik dalam segi akademik atau pengaplikasiannya di universitas masing-masing. Dan ini akan menjadi hubungan bilateral yang baik antar universitas dan negara,” ujar Yaniah.

Senada dengan Yaniah, M Husni Thamrin MA menegaskan bahwa Bahasa Arab merupakan sarana terkuat untuk mewujudkan persatuan dan hubungan diantara umat muslim. “Pengajaran bahasa Arab merupakan sarana terpenting guna mewujudkan peradaban Islam dan dengan bahasa akan mengangkat peradaban pemilik bahasa tersebut,”ungkapnya.

Di tempat yang sama, Najiyudin selaku perwakilan dari mahasiswa FAH menyampaikan rasa sukurnya dapat bersilaturrahmi dan membangun komitmen bersama antara FAH  dengan USIM untuk mewujudkan bahasa arab sebagai Bahasa Internasional.

“Perlu kerja keras yang lebih untuk terus mengembangkan Bahasa Arab, khususnya di universitas kita masing-masing,” tandas Najiyudin. (lrf/sf)