University of Edinburgh Tawarkan Kerjasama

159

Ruang Rektor, Berita UIN Online–  School of Divinity, University of Edinburgh menawarkan kerjasama akademik dan riset keislaman kepada UIN Jakarta. Penawaran kerjasama sendiri disampaikan langsung dalam kunjungan tim School of Divinity, University of Edinburgh. Diantaranya, Outreach and Projects Manager at the School of Divinity, Mr Tom Lea, Lecturer in Muslim-Christian Relations at the School of Divinity, Dr. Joshua Ralston, the Head of Persian Studies and Senior Lecturer in Persian and Film Studies, Dr Nacim Pak-Shiraz, Senin (6/2)

Kunjungan sendiri diterima Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Dede Rosyada MA dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama Prof. Dr. Murodi MA. Turut mendampingi Direktur Sekolah Pasca Sarjana (SPs) UIN Jakarta Prof. Dr. Masykuri Abdillah, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Prof. Dr. Arskal Salim GP MA, dan Kepala Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) Rachmat Baihaky MA.

Dalam paparannya, Tom Lea berharap, tawaran kerjasama riset dan pengembangan akademik bisa diterima UIN Jakarta. Tawaran kerjasama sendiri diputuskan melalui kajian tersendiri dimana UIN Jakarta dinilai cukup merepresentasikan pusat keilmuan keislaman yang cukup berpengaruh di Indonesia dan Asia Tenggara.

“Pada kesempatan ini, kami ingin menawarkan kerjasama yang diharapkan mampu mengembangkan iklim akademik kedua belah pihak,” tandas Lea.

Menanggapi itu, rektor mengaku siap menerima kerjasama. Ia juga berharap kerjasama bisa meningkatkan iklimi akademik UIN Jakarta. “Sebagai langkah awal, bisa kita mulai dengan program sandwich dan visiting professor,” jelasnya.

School of Divinity sendiri, ungkap Tom Lea, berusaha terus mengembangkan kajiannya tentang keislaman dan lintas agama. Memperhatikan dinamika kajian dan masyarakat Islam di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, School of Divinity tertarik memperluar wilayah kajian keislaman ke wilayah ini.

“Universitas Edinburgh sudah lama mengajarkan studi Islam. Namun selama ini lebih terfokus kepada Islam di Timur Tengah. Dengan memperhatikan dinamika saat ini, kami tertarik memperluas cakupannya hingga ke Indonesia dan Asia Tenggara,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Arskal yang sebelumnya pernah dipercaya menjadi Assistant Professor di Aga Khan University’s Institute for the Study of Muslim Civilisations mengapresiasi tawaran tersebut. Secara keilmuan, tawaran demikian memungkinkan UIN Jakarta menjadi pusat kajian keislaman Indonesia dan Asia Tenggara.

“Melalui kerjasama yang mereka tawarkan, kita bisa menjadikan aktifitas riset tentang keislaman di Asia Tenggara menjadi wilayah kajian akademik yang menarik, tidak hanya Timur Tengah,” paparnya.

Terpisah, Kepala Pusat Kerjasama Internasional (PLKI) Rachmat Baihaky MA mengatakan UIN Jakarta bakal segera menindaklanjuti tawaran kerjasama tersebut. “Kita akan segera menuangkannya dalam MoU yang ditandatangani kedua belah pihak,” terangnya.  (lrf-usa)