UIN Jakarta Tuan Rumah Diskusi Ikahimsi Perdana

159

BERITA UIN Online – Ikatan Mahasiswa Sejarah Se-Indonesia (IKAHIMSI) wilayah I meliputi, Jakarta, Banten dan Jawa barat, mengadakan diskusi rutin perdua bulan sekali, dan kali ini Universitas Islam Negri (UIN) Jakarta menjadi tuan rumahnya, diskusi yang pertama kalinya diadakan dikepengurusan Ikahimsi periode 2016-2018. Acara dilaksanakan pada kamis, 23/03/17 pukul 17:00-19:00 WIB, yang dihelat di Landmark UIN Jakarta.

Diskusi yang dihadiri perwakilan empat kampus diantaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Setia Budhi, yang terdiri dari pengurus Ikahimsi dan Mahasiswa Sejarah lainya. Tri Raharjo Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN jakarta yang menjadi pengantar diskusi, dengan mengangkat tema Daud Bereuh. “Kita ngangkat tema Daud Bereuh karena kurangnya pemahaman mahasiswa tentang sejarah lokal,” ujar Ubaidillah selaku pengurus Ikahimsi dari UIN Jakarta.

Menurut Rizal Hanafi selaku Ketua Umum Koordinator Wilayah III alasan diadakannya diskusi rutin perdua bulan sekali karena agar para peserta Ikahimsi mampu menggali proses pengetahuan yang berasal dari kampus yang berbeda, selain itu juga agar terbangunya kedekatan emosional antara pengurus Ikahimsi. “Alasan kita adakan diskusi rutin ini ya supaya temen temen ikahimsi lebih mampu menggali proses pengetahuan yang berasal dari kamus yang berbeda beda, kita bertukar pikiran, kalau diskusi Cuma satu kampus kan udah biasa, terus yang lebih penting sih silaturahminya,” Konsep diskusi kali ini disetting nonformal agara tidak menegangkan karena bertemu dengan wajah-wajah baru.

Arief Muhayyan Mahasiswa SPI UIN Jakarta merasa beruntung bisa hadir dalam forum diskusi Ikahimsi. “Diskusinya keren. Cuma yang terpenting itu jalanya silaturahmi, apa lagi antar kampus,” ungkap Arief. Diskusi rutin merupakan salah satu dari program kerja departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM). Berdasarkan rapat Ikahimsi pada Januari lalu di Kota Tua Jakarta menghasilkan keputusan untuk mengadakan diskusi perdua bulan sekali .

Uhamka terpilih menjadi tuan rumah kedua untuk diskusi rutin, yang akan diadakan pada Mei mendatang. Tawaran tersebut diajukan pihak Uhamka karena beriringan dengan diadakanya deretan lomba Kesejarahan di Uhamka.

Hal yang disayangkan dari diskusi ini menurut Meilanti Augustine, Mahasiswi Untirta. “Diskusi kita terlalu singkat. Jadi banyak yang masih ngambang, terlebih lagi ini kan kontroversial. Daud Bereuh disebut pemberontak atau pahlawan, kita masih belum menemukan kejelasan,” ungkap Meilanti.

Hal serupa diamini pula oleh Hayatunisa, mahasiswi STKIP Setia Budhi Rangkas Bitung. “Menarik, karena mengangkat sejarah lokal, tapi seharusnya ketika diskusi diberi resume agar peserta diskusi mempunyai gambaran, selain itu pula moderator kurang aktif, seharusnya mewajibkan setiap kampus untuk memberika tanggapan dan saggahan.” tukasnya.

Meski demikian, para pengurus Ikahimsi sangat memaklumi berbagai kendala dan keterbatasan dari pihak penyelenggara, “mungkin diskusinya belum memuaskan, ya kita maklumi saja karena ini baru pertama kalinya,” tutur Rizal. (Edy A Effendi/Anis Pitriani)