UIN Jakarta Tuan Rumah AIUA Council Workshop

Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – UIN Jakarta untuk pertama kalinya akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Islamic Universities Association Council Workshop. Workshop ini merupakan persiapan untuk pertemuan ke-5 “Meeting of Asian Islamic Universities Association Quality Assurance (AIUA QA)” di UIN Surabaya. Isu yang dibahas di antaranya akan membicarakan mengenai mutu dan pengembangan perguruan tinggi Islam yang ada di negara-negara di kawasan Asia.

Pertemuan di UIN Jakarta akan digelar di Syahida Inn Ciputat Timur pada 10-11 Juli 2017, sedangkan di UIN Surabaya digelar pada 12-13 Juli 2017. Peserta AIUA Council Workshop diperkirakan akan dihadiri oleh 20 perwakilan perguruan tinggi Islam di Asia.

Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Jakarta Dr Kusmana mengatakan, UIN Jakarta sebagai tuan rumah menyatakan siap untuk menyukseskan kegiatan tahunan AIUA tersebut. Hal itu menyangkut nama UIN Jakarta di mata internasional.

“Insya Allah kita siap menyukseskan, karena kegiatan (AIUA Council Workshop) ini akan menjadi sejarah penting bagi upaya pengembangan UIN Jakarta di masa mendatang,” katanya kepada BERITA UIN Online sesuai menggelar rapat persiapan peretemuan AIUA Council Workshop di kantor LPM, Selasa (4/7/2017). LPM sendiri merupakan lembaga yang diberi mandat sebagai host guna menyiapkan kegiatan AIUA Council Workshop di UIN Jakarta.

Kusmana menjelaskan, persiapan sebagai tuan rumah penyelenggaraan AIUA Council Workshop kini sudah hampir 100 persen. Persiapan meliputi penyambutan delegasi, akomodasi, transportasi, konsumsi, dan administrasi.

“Kita berharap semuanya berjalan lancar mengingat UIN Jakarta sebagai tuan rumah. Semua tamu yang hadir akan kita layani dengan baik,” ujarnya.

Pertemuan di UIN Jakarta akan berlangsung selama dua hari. Isu yang dibahas di antaranya tentang berbagai upaya peningkatan mutu dan pengembangan perguruan tinggi Islam dalam konteks global. Isu yang lebih teknis adalah bagaimana memperkuat perguruan tinggi Islam secara kelembagaan yang ada di kawasan Asia melalui berbagai skema penilaian dan termasuk pembiayaannya.

Adapun pertemuan di UIN Surabaya agenda utama akan membicarakan mengenai masa depan keanggotaan perguruan tinggi Islam di Asia yang tergabung dalam AIUA. Termasuk dalam hal ini adalah kemungkinan bertambahnya jumlah anggota AIUA, baik di Indonesia maupun di negara-negara lain di kawasan Asia.

AIUA didirikan tahun 2015 pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-1 para Rektor Lembaga Tinggi Islam Malaysia di Riau, Indonesia. Tujuan asosiasi ini adalah untuk membantu seluruh anggotanya dalam memperkuat perguruan tinggi Islam melalui kerja sama mutu dan  mencapai distingsi internasional baik dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan menggunakan pendekatan keislaman yang holistik.

AIUAdidirikan oleh 16 perguruan tinggi yang berasal dari Malaysia, Indonesia, Thailand dan Filipina. Sampai sejauh ini sudah ada 58 perguruan tinggi Islam yang menjadi anggota baru AIUA. Dari 58 negara tersebut, Indonesia menempati jumlah anggota terbanyak dengan 54 perguruan tinggi Islam. (ns)