UIN Jakarta-Kemenag Cetak 164 Dokter Santri

159Auditorium FKIK, BERITA UIN Online— UIN Jakarta dan Kementerian Agama telah bekerjasama mencetak 164 santri menjadi dokter dengan kuliah di Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan sejak 2005. Ke-164 santri ini berasal dari berbagai pesantren dan lolos seleksi yang sangat ketat. Seluruhnya kuliah dengan beasiswa Kementerian Agama.

Demikian disampaikan Kasubdit Pendidikan Diniyah mewakili Pendidikan Diniyah dan Pontren Kementerian Agama Dr Ahmad Zayadi M.Pd saat menyampaikan sambutan penandatangan kerjasama FKIK UIN Jakarta-Kementerian Agama di Auditorium FKIK UIN Jakarta, Senin (10/7/2017).

Menurut Zayadi, program beasiswa santri menjadi dokter diberikan karena sejumlah pertimbangan. Selain memberikan akses bagi santri pondok pesantren, program ini digulirkan untuk mencetak profesional dokter berspirit Islami.

“Ini bagian kita dari percepatan mobilitas vertikal. Santri bisa lebih cepat memasuki dunia profesional,” ungkapnya.

Mencetak santri menjadi dokter, sambungnya, menjadi hal sangat urgen bagi Indonesia. Selain mayoritas Muslim, para santri juga perlu berkontribusi lebih besar dengan aktif di wilayah lebih luas seperti kedokteran dan kesehatan masyarakat.

“Untuk itu, terimakasih kepada UIN Jakarta, terutama FKIK UIN Jakarta, dan maupun pemerintah daerah yang men-support dengan berkolaborasi dalam sunnah hasanah ini,” katanya lagi.

Diketahui, UIN Jakarta merupakan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri pertama yang membuka program pendidikan dokter pada tahun akademik 2005/2006. Prodi ini dibuka berbarengan dengan prodi Ilmu Keperawatan.

FKIK sendiri mulai dibuka tahun 2004/2005 sebagai bagian penting transformasi Institut Agama Islam Negeri menjadi Universitas Islam Negeri. Pada tahun pertama, fakultas ini menawarkan Prodi Kesehatan Masyarakat dan prodi Farmasi. (Farah NH/yuni nurkamaliah/hermanuddin/zm)