UIN Jakarta Kembali Kirim Imam Ramadhan Ke Kanada

159

Ali Mohammad Al Hudhaibi SSI Lc MA bersama Dr Hamid Slimi dan Jama’ah Sayeda Kadija Centre, Kanada

Rektorat, BERITA UIN Online— Ramadhan tahun ini, UIN Jakarta kembali mengirimkan imam ke Sayeda Kadija Centre, Mississauga, Kanada. Imam yang diutus tersebut adalah Ali Mohammad Al Hudhaibi SSI Lc MA (Imam Masjid Jami’ Student Centre UIN Jakarta dan Dosen Darus Sunah Internasional Institute for Hadith Sciences).

Bagi Ali, ini merupakan kali kedua dirinya menjadi imam di yayasan yang dibina oleh Dr Hamid Slimi tersebut, dimana pada Ramadhan tahun lalu, dirinya bersama Dasrizal Marah Nainin SSI MIS (Dosen Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin & Qori Internasional), juga diminta oleh yayasan Sayeda Kadija Centre untuk menjadi imam selama satu bulan penuh.

Kepada BERITA UIN Online melalui surat elektronik, Kamis (25/05), Ali mengatakan, dirinya mengaku senang dan bersyukur dapat kembali bersilaturrahim dengan saudara-saudara Muslim yang ada di Kanada. Tidak hanya itu, ia juga berharap mendapatkan pengalaman serta pengetahuan baru dari interaksi yang dilakukan dengan jama’ah dan lingkungan dimana dirinya tinggal.

“Saya bersyukur bisa kembali bersilaturrahim dengan sudara-saudara Muslim kita di Kanada. Semoga hal ini mampu memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi saya serta maslahat bagi semua,” pukas Ali kepada BERITA UIN Online.

Di tempat terpisah, Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA mengucapkan mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada Ali untuk kembali menjadi imam Ramadhan di Sayeda Kadija Centre.

Rektor berpesan, agar kesempatan ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melakukan publikasi tentang UIN Jakarta dan muslim Indonesia, yang senantiasa menjunjung tinggi toleransi dan perdamaian.

Hal senada dikatakan pula oleh Kepala Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) Rachmat Baihaky MA saat ditemui di ruang kerjanya. Rachmat mengatakan, diutusnya kembali imam dari UIN Jakarta ini atas permintaan Sayeda Kadija Centre, yang diketuai oleh Dr Hamid Slimi, dan merupakan salah satu bentuk kerjasama yang telah terjalin beberapa tahun terakhir.

“Beliau (Hamid Slimi.red), pernah melakukan tour di Indonesia beberapa tahun lalu, dan menemukan sesuatu yang “menarik” tentang muslim di Indonesia, terutama mengenai aksen bacaan al-Qur’an. Al hasil, Hamid Slimi memilih dan meminta UIN Jakarta untuk mengutus kembali dosen untuk dijadikan imam tarawih di masjid Sayida Kadija Centre, Kanada selama bulan Ramadhan,” paparnya.

Ditambahkan Baihaky, seperti tahun sebelumnya, seluruh biaya hidup dan transportasi imam ditanggung oleh yayasan tersebut hingga kembali ke tanah air pasca Iedul Fitri. (lrf)