UIN Jakarta Kembali Boyong Piala Pada Lomba Debat Tingkat ASEAN

Malaysia, BERITA UIN Online— Mahasiswa UIN Jakarta kembali berhasil meraih juara dua, pada perlombaan ASEAN Arabic Debate Championship 2017 di acara Ihtifal Institusi Pengajian Tinggi (IPT) se-ASEAN, yang diselenggarakan pada, Jumat-Senin (31 Maret-3 April/04), bertempat di Universitas Sains Islam Malaysia.

Pada perhelatan tersebut, UIN Jakarta mengirimkan delegasi sebanyak 13 orang mahasiswa, untuk mengikuti empat cabang perlombaan yang berbeda-beda. Cabang perlombaan nasyid diikuti oleh enam orang mahasiswa, cabang perlombaan tilawah dua orang mahasiswa, pidato diikuti satu orang, dan cabang debat dikuti oleh empat orang mahasiswa.

Keempat mahasiswa yang berhasil memperoleh juara dua diantaranya, tiga orang mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) yang tergabung dalam tim debat Al-Abqary dan seorang lagi mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora.

Turut serta pada perhelatan tersebut, sekaligus pembimbing tim debat utusan UIN Jakarta, Wakil Dekan Bidang Akademik Dr Ahmadi Usman MA. Sepanjang jalannya perlombaan, Ahmadi senantiasa memberikan semangat, arahan, dan masukan.

“Berkat latihan yang serius dan di bawah bimbingan beliau (Ahmadi Usman.red), Alhamdulillah kami dapat pulang dengan membawa piala. Kedepan, kami akan berlatih lebih keras lagi untuk memperoleh prestasi yang lebih membanggakan,” ujar salah satu peserta kepada BERITA UIN Online.

Sebagai informasi, tercatat sudah 5 perolehan juara yang berhasil dikumpulkan oleh Al-Abqary sejak berdirinya pada, 14 Oktober 2016. Diantaranya, juara tiga lomba debat ilmiah Bahasa Arab di ALF UIN Jakarta, juara dua lomba debat ilmiah Bahasa Arab di FJA UIN Maliki Malang, juara kesatu debat ilmiah Bahasa Arab di GAM 7 UNJ. Selanjutnya, juara satu debat ilmiah Bahasa Arab di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan juara satu lomba debat ilmiah Bahasa Arab di IDEA yang diselenggarakan oleh UKM FLAT UIN Jakarta.

Maka, perolehan juara dua tingkat ASEAN dalam Ihtifal IPT se-ASEAN tahun 2017 di USIM beberapa waktu lalu, menambah daftar perolehan prestasi Al-Abqary. Harapannya adalah Al-Abqary tidak hanya menjadi wadah untuk mahasiswa dalam mengembangkan potensi Bahasa Arabnya melalui debat namun juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan khitabah, baca berita berbahasa Arab, puisi, kaligrafi dan lain sebagainya. (lrf/difa).