UIN Jakarta Gelar Seminar Islam dan Sains di Pesantren

UIN Jakarta menggelar seminar dan peluncuran buku Rektor Prof. Dr. Dede Rosyada MA, Islam dan Sains: Upaya Pengintegrasian Islam dan Ilmu Pengetahuan di Indonesia, di gedung Nadwatul Ummah, Pondok Pesantren Darussalam, Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (05/02). Kegiatan dihadiri Pengasuh Pesantren Darussalam Dr. KH. Fadhil Munawar Manshur, para dosen, ustadz, dan ratusan santri dan mahasiswa.

UIN Jakarta menggelar seminar dan peluncuran buku Rektor Prof. Dr. Dede Rosyada MA, Islam dan Sains: Upaya Pengintegrasian Islam dan Ilmu Pengetahuan di Indonesia, di gedung Nadwatul Ummah, Pondok Pesantren Darussalam, Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (05/02). Kegiatan dihadiri Pengasuh Pesantren Darussalam Dr. KH. Fadhil Munawar Manshur, para dosen, ustadz, dan ratusan santri dan mahasiswa.

Gd. Nadwatul Ummah, BERITA UIN Online— UIN Jakarta menggelar seminar dan peluncuran buku Rektor Prof. Dr. Dede Rosyada MA, Islam dan Sains: Upaya Pengintegrasian Islam dan Ilmu Pengetahuan di Indonesia, di gedung Nadwatul Ummah, Pondok Pesantren Darussalam, Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (05/02). Kegiatan dihadiri Pengasuh Pesantren Darussalam Dr. KH. Fadhil Munawar Manshur, para dosen, ustadz, dan ratusan santri dan mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Prof. Dr. Murodi MA selaku moderator acara mengatakan bahwa pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam asli Indonesia tidak boleh lagi bergerak dalam sebuah kotak (pinggiran). Lembaga pendidikan Islam harus berjalan ke tengah untuk maju dan memberikan kontribusi pada perubahan di dunia.

“Pesantren sekarang harus bisa bergerak maju ke tengah, membuktikan pada dunia bahwa lembaga pendidikan Islam dapat memberikan perubahan yang lebih baik dan bisa menjawab berbagai tantangan dan permasalahan mengenai keislaman dan keilmuan” ungkapnya.

Sementara itu Prof. Dede Rosyada MA dalam paparannya mengatakan selama ini madrasah dan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam telah berhasil melaksanakan transformasi sosial di Indonsia sekaligus membuktikan ketangguhan kontribusinya.

“Madrasah dan Pesantren sampai hari ini telah banyak melahirkan pribadi-pribadi yang berintegritas tinggi. Lulusan madrasah sesungguhnya bisa dikatakan lebih baik dibanding lulusan sekolah umum apalagi dalam hal agama dan karakter,” imbuhnya.

Guru Besar Metodologi Penelitian Pendidikan Islam ini juga berpesan kepada para santri dan mahasiswa untuk tetap percaya diri dan bangga menjadi anak madrasah atau mahasiswa di lingkungan berbasis agama. Hal ini karena pendidikan agama di madrasah dan pesantren telah membentuk manusia Indonesia yang berintegritas. (NJS/SF)