UIN Jakarta Gelar Lecture Series Tentang Keislaman dan Kebangsaan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

159

UIN Jakarta menggelar Lecture Series 1 tentang Keislaman dan Kebangsaan. Acara tersebut diikuti oleh mahasiswa UIN Jakarta, terutama mereka yang melalui jalur Bidikmisi dan beasiswa BLU. Berlangsung di Auditorium Harun NAsution, Senin (27/03).

Auditorium Utama, BERITA UIN Online–UIN Jakarta menggelar Lecture Series 1 tentang Keislaman dan Kebangsaan. Acara tersebut diikuti oleh mahasiswa UIN Jakarta, terutama mereka yang melalui jalur Bidikmisi dan beasiswa BLU. Berlangsung di Auditorium Harun NAsution, Senin (27/03).

Hadir sebagai narasumber dalam acara yang mengangkat tema Memaknai Gerakan Baru Islam Dalam Bingkai Keindonesiaan ini, Amich Alhumami M Ed Ph D selaku Direktur Pendidikan Tinggi, IPTEK, dan Kebudayaan BAPENNAS RI. Selain itu, hadir pula Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Yusron Razak MA, perwakilan dari masing-masing Fakultas, dan seluruh sivitas akademika UIN Jakarta.

Dalam sambutannya, Yusron mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi sangat penting untuk diikuti dan diberikan kepada mahasiswa UIN Jakarta. Pasalnya, hal ini sebagai penyeimbang gerakan-gerakan yang baru datang tentang Islam terhadap keutuhan bangsa dan negara Indonesia ini.

“Mahasiswa sebagai Agent Of Change harus tau persoalan ini,” pukas Yusron.

Ditambahkannya, bahwa saat ini sangat marak gerakan-gerakan yang mengatasnamakan Islam, namun melakukan hal-hal yang justru jauh dari nilai-nilai islami.

“Mahasiswa sebagai insan akademik harus mampu memilih dan memilah mana kira-kira gerakan yang sudah jauh atau menyimpang dari ajaran Islam yang dibawa oleh Baginda Muhammad SAW,” imbuh Guru Besar Antropologi UIN Jakarta tersebut.

Di tempat yang sama, Amich selaku narasumber menjelaskan mengenai struktur demografi umat muslim yang mengalami pergeseran. Hal ini ditandai oleh terputusnya ikatan sejarah dengan figur politisi Muslim di masa lalu.

“Konfigurasi basis gerakan Islam mengalami perubahan fundamental,” tegasnya.

Masih menurut Amich, generasi baru Islam memiliki pandangan, orientasi, dan politik sendiri, sehingga tidak punya ikatan dan pertautan apapun dengan zaman politik Islam masa silam.

“Aksi damai 411 dan 212 itu merupan salah satu Gerakan Baru Islam,” tambahnya sembari mengingatkan fenomena dahsyat umat Islam beberapa waktu lalu tersebut. (lrf/sf)