Tahun Ini, UIN Jakarta Ingin Zero Finding

Syahida Inn, BERITA UIN Online— UIN Jakarta berkomitmen meminimalkan jumlah temuan pemeriksaan tahun anggaran 2015 dalam proses audit Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama RI maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Untuk itu, Satuan Pengawas Internal (SPI) bakal mengoptimalkan audit pelaksanaan kegiatan maupun penggunaan anggarannya.

Demikian disampaikan Rektor Prof Dr Dede Rosyada MA saat membuka Workshop Tata Kelola Keuangan “Sosialisasi Remunerasi, Urgensi Kontrak Kinerja IKU dan SPI Charter” yang diselenggarakan Satuan Pengawas Internal (SPI) di Syahida Inn, Senin (26/10). Workshop dihadiri para wakil rektor, dekan, kepala biro, dan kepala unit di lingkungan UIN Jakarta.

“Salah satu hal yang saya minta kepada SPI adalah bagaimana tahun ini, at the end kita bisa zero finding. Lalu bagaimana supaya zero finding, SPI akan agak ketat dalam audit bahkan sampai kepada pre-audit seperti ketika verifikasi pembayaran yang memang tidak selesai di keuangan, dilarikan ke SPI,” paparnya.

Selain agar penggunaan dana lebih tepat sasaran, sambung rektor, optimalisasi audit dilakukan SPI karena UIN Jakarta merupakan salahsatu perguruan tinggi keislaman sasaran pemeriksaan Itjen dan BPK. Status ini didasarkan tingginya DIPA yang dimiliki UIN Jakarta.

Namun karena audit Itjen dan BPK terbatas dimana pemeriksaan maksimal dilakukan selama satu bulan dan unit yang harus diaudit cukup luas, maka audit SPI di sisi internal sangat dibutuhkan. “Karena itu, jangan curigai audit SPI. Itu semua semata-mata demi kemajuan institusi,” tandas rektor lagi. (HMN/LRF)