Transportation Policy

Sebagai institusi yang berhubungan dengan banyak orang keluar masuk, universitas memiliki kebijakan tersendiri mengenai pengelolaan sarana transportasi.

Sekedar diketahui, bahwa UIN Jakarta, sewaktu masih IAIN didominasi oleh civitas akademika dari kalangan masyarakat bawah. Sehingga di masa lalu, para pengambil kebijakan di institusi kurang memprediksikan bahwa ke depan, institute atau IAIN yang kemudian bertransformasi menjadi Universitas atau UIN ini pun akhirnya diminati oleh kalangan menengah ke atas juga.

Transformasi ini jelas memberikan pengaruh ke berbagai hal, salah satunya adalah hal-hal yang terkait dengan moda perpindahan insan kampus atau sarana transportasi.

Sarana transportasi terkait kepada beberapa elemen berikut:

(1) kendaraan yang masuk atau keluar kampus;

(3) kualitas dan kuantitas sarana seperti jalan dan parkir;

(2) sistem perpindahan orang di dalam kampus;

(4) SDM atau sumberdaya manusianya.

Dalam konteks ini, UIN Jakarta sedang berupaya untuk menjadikan kampus sebagai area bebas kendaraan bermotor. Ke depan, sedang dibangun kerangka acuan kebijakan agar system transportasi dalam kampus hanya kendaraan ramah energy seperti sepeda, motor listrik, dan mobil listrik. Sehingga selain kampus akan bebas dari asap knalpot, juga bebas dari kebisingan.

Saat ini, kebijakan yang baru diimplementasikan adalah penataan parkir. Di mana tidak semua titik lapang bisa dipergunakan untuk parkir, tetapi dilokasisir pada tempat-tempat tertentu. Salah satu lokasi khusus untuk parkir ada di gedung perpustakaan yang bisa menampung sekitar 2500 sepeda motor.

Selain itu, terkait dengan penataan parkir, UIN membuat kebijakan masuk satu pintu dan keluar satu pintu. Sehingga kendaraan yang lalu lalang bisa keluar masuk kampus secara tertib dan teratur.

Share This