Sholat Dhuha dan Kesehatan Tulang

dr. Achmad Zaki, SpOT, M.Epid

dr. Achmad Zaki, SpOT, M.Epid

oleh: dr. Achmad Zaki, SpOT, M.Epid

Islam adalah agama yang sempurna. Islam mengatur manusia dari bangun tidur hingga tidur kembali, dari lahir hingga mati. Peraturan islam yang sangat sempurna tadi maka patut kita untuk selalu bersyukur, karena setiap kali kita bersyukur maka akan ditambahkan pula nikmat yang lainnya dari Allah SWT. Rasa syukur salah satunya adalah mensyukuri nikmat atas pemberian kesehatan dalam tubuh, termasuk pemberian tulang belulang pada kita sebagai penyanggah tubuh agar mampu tegap berdiri.

Sesuai dengan sabda Nabi yang menyebutkan bahwa “Pada pagi hari diwajibkan bagi seluruh persendian (tulang) di antara kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Begitu juga amar ma’ruf (memerintahkan kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at”. (HR. Muslim: 1704).

Tulang dalam tubuh tersusun oleh 360 tulang, menjadi kewajiban bagi kita untuk mengajak tulang tersebut bersyukur pada Sang Pencipta. Salah satu bentuk rasa syukur atas pemberian tulang adalah selalu digerakkannya tulang melalui ibadah, baik mahdhah maupun ghairu mahdah. Banyak Ibadah yang memerlukan gerakan, seperti ibadah shalat lima waktu.

Tidak hanya shalat, ibadah dalam bentuk mencari nafkah, ibadah haji, serta ibadah-ibadah lainnya yang harus menggerakkan tulang-belulang kita. Oleh karena itu, salah satu bentuk mensyukuri nikmat pemberian tulang adalah dengan selalu menggerakkannya dalam ibadah, seperti shalat dhuha.

Shalat Dhuha, merupakan salah satu cara mensyukuri kesehatan adanya tulang, yaitu dengan mengajaknya bergerak untuk beribadah kepada Allah SWT. Kita tidak bisa mengsedekahkan 360 tulang kita maka diganti dengan shalat dhuha.

Shalat dhuha adalah solat yang memiliki waktu yang baik untuk kesehatan tulang kita, penelitian tentang efek sinar ultraviolet (UV) yang diukur berdasarkan daya pancar dari pasien geriatri menunjukkan bahwa waktu sinar matahari yang paling baik saat memancarkan sinar UV adalah pada pukul 08.00 hingga 09.00 pagi, dan pada waktu ini adalah waktu disunnahkannya solat dhuha.

Sinar UV yang aktif pada waktu itu adalah sinar UV-B yang nantinya akan mengaktifkan prekursor vitamin D menjadi semi aktif yang akan disimpan dan diaktifkan untuk memperbaiki integritas tulang, penyembuhan stroke, jantung, dan penyakit-penyakit yang muncul pada usia lanjut.

Bisa melakukan shalat dhuha adalah termasuk nikmat yang harus kita syukuri, maka dari itu sepatutnya shalat dhuha memang dijadikan solat sunah yang sangat dianjurkan, karena selain untuk mendekatkan diri pada Sang pencipta, shalat dhuha juga banyak manfaatnya untuk kesehatan dan bisa dijadikan sebagai sarana untuk bersyukur.

Disarikan oleh Ikhda Khullatil Mardliyah dari kultum Ramadhan dr. Achmad Zaki, SpOT, M.Epiddi Lobby Lantai 2, Gd. FKIK , Rabu, 22 Juni 2016.