SBMPTN 2015, Seleksi Masuk UIN Jakarta Paling Ketat

Syahida Inn, BERITA UIN Online— UIN Jakarta menjadi universitas tujuan masuk calon mahasiswa baru jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015 paling ketat pada kategori Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PKIN). Dari total 70 perguruan tinggi peserta SBMPTN, UIN Jakarta masuk empat besar paling ketat.

Data Laporan Keketatan dan Nilai Rataan Prodi SBMPTN 2015 mencatat, tingkat keketatan dilihat dari pilihan prodi tujuan seleksi masuk mahasiswa baru. Diketahui, prodi-prodi tujuan SBMPTN terbagi dalam tiga kelompok, kelompok ujian Saintek (IPA), kelompok ujian soshum (IPS), dan kelompok ujian campuran.

Merujuk data laporan, skor keketatan prodi IPA UIN Jakarta mencapai 2.45% dimana jumlah peminat 9.340 orang dan diterima 229 orang. Keketatan ini jauh di atas UIN Sunan Ampel Surabaya dan UIN Sunan Kalijaga yang menempati posisi ke-29 dan ke-30 terketat. Masing-masing mencatatkan skor 5.95% dari 1.916 peminat dan 114 mahasiswa diterima dan 6% dari 4.082 peminat dan 245 mahasiswa diterima.

Dari total 70 perguruan tinggi peserta SBMPTN 2015, skor 2.45% juga menempatkan prodi UIN Jakarta terketat kedua nasional di bawah Universitas Hasanuddin 2.38% atau lebih ketat dibanding Universitas Indonesia dengan skor 2.85%. Prodi IPA Universitas Hasanuddin diminati 49.723 orangdengan diterima 1.185 orang, sedangkan Universitas Indonesia diminati 30.683 orang dengan jumlah diterima hanya 874 orang.

Skor keketatan juga dicatatkan UIN Jakarta pada prodi IPS dengan skor 2.73% dimana dari total 12.584 orang peminat, jumlah diterima hanya 343 orang. Setelah UIN Jakarta, skor tertinggi PTKIN dicatatkan UIN Sunan Kalijaga (4.76%) dan UIN Sunan Sunan Ampel Surabaya (6.92%) yang berada di urutan 21 dan 37 terketat nasional. Masing-msing diminati 6.813 orang dan diterima 324 orang dan 5850 dan diterima 405 orang.

Di tingkat nasional, UIN Jakarta menempati posisi ke-4 terketat nasional. Secara berurut, posisi terketat pertama ditempati Universitas Indonesia 1.87%, Universitas Hasanuddin 2.15%, dan Universitas Gadjah Mada 2.55%. Di bawah UIN Jakarta, ditempati Universitas Negeri Jakarta 2.92%, disusul Universitas Jenderal Soedirman 2.97%. (LRF/TAM)