Rektor: UIN Komitmen Perangi Radikalisme

Gedung FISIP, BERITA UIN Online— UIN Jakarta berkomitmen mencegah penyebaran radikalisme atas nama agama dengan menjamin para mahasiswanya tidak dipengaruhi oleh kelompok maupun individu radikal. Radikalisme agama dinilai tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia yang plural.

Demikian disampaikan Rektor Prof Dr Dede Rosyada MA dalam pidato pembukaan Konferensi Internasional Ilmu-Ilmu Sosial dan Politik FISIP UIN Jakarta, Selasa (08/09). Konferensi bertema ‘Explaining Religious Radicalism and Political Violence: Towards Nation-State Building’ dihadiri sejumlah ilmuwan politik perguruan tinggi terkemuka dalam dan luar negeri.

“Komitmen UIN Jakarta dalam meng-counter terorisme yang dijalankan gerakan radikal mengatasnamakan agama sangat kuat,” ujarnya.

Salah satu ikhtiar demikian, lanjutnya, direalisasikan dengan menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) beberapa waktu terakhir. Dalam hal ini, UIN Jakarta-BNPT sepakat bekerjasama melakukan penelitian, advokasi, dan pelatihan anti terorisme dan deradikalisasi.

“Konferensi yang dihadiri para ilmuwan hari ini pun, adalah salah satu ikhtiar UIN Jakarta dalam memerangi teror yang dilahirkan gerakan radikal yang mengatasnamakan agama,” paparnya.

Sepanjang sejarah Muslim di Indonesia, lanjut Rektor, kehidupan keberagamaan cenderung moderat dan menghargai kekayaan tradisi lokal. Karenanya, gerakan radikal yang tidak menoleransi kekayaan tradisi lokal tidak sesuai bagi masyarakat Muslim Indonesia. (TAM/LRF/ZM)