Rektor: SDM Syariah Alumni PTKIN Lebih Unggul

Jakarta, BERITA UIN Online– Para sarjana ekonomi dan keuangan syariah alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dinilai lebih unggul dibanding para sarjana non-PTKIN. Selain memahami instrumen, para sarjana alumni PTKIN memiliki wawasan tentang basis epistemologis sistem ekonomi dan keuangan syariah, sehingga lebih siap dalam menghadapi dinamika pengembangan pasar syariah.

Demikian disampaikan Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA usai membuka International Seminar on Sharia Transactions and 9th Mudzakarah Cendekiawan Syariah Nusantara di Jakarta, Rabu (10/6/2015).

“Selain instrumen pasar yang harus diketahui, dasar epistemologis yang mendasari lahir dan perkembangan sistem syariah juga mereka pelajari,” ujar Dede.

Diketahui, searah perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, sejumlah perguruan tinggi umum nasional turut menawarkan pendidikan ekonomi syariah. Program pendidikan ditawarkan beragam, mulai dari pendidikan di tingkat diploma, sarjana, hingga pascasarjana.

“Empiriknya, mereka mempelajari instrumen, bukan epistemologinya. Mereka mempelajari apa produk mudharabah dan murabahah itu, tapi tidak mempelajari kenapa harus mudharabah dan murabahah? Apa celah pengembangannya,” papar rektor.

Kendati begitu, rektor menambahkan, kondisi demikian merupakan tantangan bagi PTKIN untuk terus berbenah dengan meningkatkan kualitas kurikulum yang diberikan kepada mahasiswa. Harapannya, ketika sudah lulus, para sarjana syariah alumni PTKIN juga lebih siap berkompetisi.

Direktur Utama BRI Syariah Muchamad Hadi Santoso menuturukan, industri keuangan syariah dalam negeri membutuhkan SMD syariah dalam jumlah tidak sedikit. Sehingga, untuk pemenuhannya, para pelaku industri sering terjebak dalam bajak membajak SDM .

“Karena itu, kita berharap betul, dunia pendidikan juga menangkap kebutuhan ini,” harap Hadi.

Tingginya kebutuhan, Hadi mencontohkan total SDM dimiliki BRI Syariah kini mencapai 6800 orang. Mereka bekerja di 52 kantor cabang, 219 Kantor cabang pembantu, dan delapan kantor kas.

“Kebutuhan SDM terus bertambah karena kita juga ingin berekspansi, baik produk maupun wilayah layanan,” tuturnya.

Direktur Direktorat Litbang, Pengaturan, dan Perijinan Perbankan Syariah OJK Ahmad Buchori menambahkan, pertumbuhan industri perbankan dan keuangan syariah nasional terus meningkat. SDM Syariah yang siap menjadi salah satu faktor utama peningkatan industri. (Zaenal)