Rektor Lepas 2.700 Peserta KKN

Auditorium, BERITA UIN Online – Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada melepas sedikitnya 2.700 peserta kuliah kerja nyata (KKN) program reguler di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Selasa (25/7/2017). Upacara pelepasan ditandai dengan pelepasan balon ke udara di depan Auditorium yang diikuti para peserta.

Acara pelepasan diawali dengan pembekalan singkat oleh Rektor dan kemudian para kepala daerah dari tiga wilayah, yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Turut hadir Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Prof Dr Arskal Salim GP, Ketua Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Djaka Badranaya ME, serta sejumlah dosen pembimbing.

Kepala LP2M Arskal Salim dalam laporannya mengungkapkan, KKN tahun ini dipusatkan di tiga wilayah. Satu wilayah di Provinsi Jawa Barat, yaitu Kabupaten Bogor sebanyak 1.184 peserta serta dua wilayah di Provinsi Banten, yaitu Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan dengan jumlah masing-masing 1.395 peserta dan 159 peserta. KKN di dua kabupaten dan satu kota ini akan berlangsung selama satu bulan mulai 25 Juli hingga 25 Agustus mendatang.

KKN reguler diikuti oleh para mahasiswa lintas program studi dari sembilan fakultas. Dua fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), tidak ikut KKN melainkan dialihkan dalam bentuk praktik kerja lapangan. Mahasiswa FITK praktik mengajar di sekolah, sedangkan mahasiswa FKIK praktik di rumah sakit atau puskesmas.

Selain KKN reguler, kata Arskal, PPM juga menggelar KKN dalam bentuk non reguler. Jumlahnya terdapat 81 peserta yang disebar di beberapa wilayah. Rinciannya, KKN bentuk kerja sama antarperguruan tinggi negeri (PTN) di Bangka Belitung sebanyak 9 peserta, KKN Kebangsaan di Gorontalo (5 peserta), KKN In Campus (18 peserta), KKN Internasional Mandiri di Malaysia (11 peserta), KKN Ekspedisi Nusantara (15 peserta), dan KKN Terencana (23 peserta).

“KKN bentuk non reguler meskipun diselenggarakan dalam waktu berbeda, namun nilainya tetap sama,” katanya.

Arskal menilai peserta KKN reguler saat ini jumlahnya terlalu besar untuk diselenggarakan dalam satu tahun. Karena itu di masa mendatang ia mewacanakan akan membaginya ke dalam dua gelombang, sehingga mudah pengelolaannya.

“Nanti akan kita bagi dua gelombang, yaitu semester genap dan semester ganjil,” ujarnya. (ns)