PTKIN Harus Jadi Garda Depan Pengembangan Keilmuan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Dr Rudi Subiyantoro. (Foto: Dok Pribadi)

Dr Rudi Subiyantoro. (Foto: Dok Pubdok)

Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – Perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) di Indonesia harus mampu menjadi garda terdepan dalam pengembangan keilmuan, baik ilmu-ilmu keagamaan maupun ilmu-ilmu umum. Untuk mewujudkan hal itu perlu ada komitmen dari semua unsur di PTKIN agar pengembangan keilmuan berhasil dengan baik sesuai tujuan pendidikan Islam.

Hal itu dikatakan Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian Dr Rudi Subiyantoro kepada BERITA UIN Online dalam perbincangan awal tahun di gedung Rektorat, Senin (9/1/2016). Ia mengatakan, PTKIN harus menjadi garda terdepan karena perannya yang strategis dalam memajukan umat Islam di bidang pendidikan. Dalam konteks yang lebih luas, PTKIN juga harus mampu menjadi lembaga pendidikan Islam yang mengajarkan tentang perdamaian, toleransi, dan demokrasi.

“PTKIN harus banyak memberikan kontribusi bagi kemajuan umat Islam dan bangsa Indonesia. Hal itu dapat diwujudkan jika para pengambil dan pelaksana kebijakan di masing-masing PTKIN memiliki visi-misi serta berkomitmen yang sama terhadap arah dan kebijakan pengembangan pendidikan Islam,” katanya.

Menurut Rudi, pengelolaan lembaga pendidikan tinggi Islam di PTKIN tak ubahnya seperti burung yang memiliki dua sayap. Dalam hal ini, sayap pertama adalah para dosen yang diberi tugas tambahan sebagai pejabat atau pimpinan, sedangkan sayap kedua adalah para administrator yang mengelola bidang administrasi.

“Nah, jika kedua sayap tersebut mengepak seirama, niscaya PTKIN akan terbang ke angkasa dengan baik. Tetapi jika salah satu atau kedua sayapnya patah, tentu PTKIN tak dapat terbang hingga tertinggal di landasan,” tamsil mantan Kepala Biro Penerangan dan Informasi Masyarakat Kementerian Agama tersebut.

Rudi menegaskan bahwa sebagai pengelola PTKIN, para aparatur perlu terus meningkatkaan kompetensi sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Hal itu bertujuan agar dalam pengelolaan PTKIN mereka dapat melayani masyarakat dengan baik dan memuaskan. Apalagi masyarakat saat ini cenderung semakin kritis dan terbuka.

Karena itu Rudi berharap pengelolaan PTKIN yang sudah baik saat ini ke depan harus benar-benar ditingkatkan lebih baik lagi agar kepercayaan masyarakat, khususnya umat Islam, terhadap pendidikan Islam terpuaskan.

“Jika pelayanan baik, masyarakat akan terpuaskan dan jika pelayanan buruk, masyarakat akan kecewa,” tandasnya.

Selain itu, guna perubahan PTKIN ke depan yang lebih baik tadi, para pengelola PTKIN juga harus berani mengeksplorasi diri terhadap sumber-sumber informasi yang positif dan terpercaya serta pengetahuan baru yang terus berkembang. Melalui upaya itu, para pengelola PTKIN tidak akan mengalami ketertinggalan tetapi akan selalu berinovasi mengikuti perubahan dan perkembangan zaman.

“Tak hanya itu, bahkan performance para pengelola PTKIN juga akan mendapat apresiasi dari masyarakat,” ujar Rudi. (ns)