PSM UIN Jakarta Semarakkan Festival Budaya Indonesia di Korea Selatan

WhatsApp Image 2016-10-18 at 11.55.25

Tim PSM UIN Jakarta saat tiba di Busan Korea Selatan, Senin (17/10/16).

Gedung Rektorat, BERITA UIN Online– Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UIN Jakarta akan turut menyemarakkan budaya Indonesia di International Friendship Concert Indonesia-Korea (IFCIK) di Busan Indonesia Center (BIC), Korea Selatan pada pada 23-24 Oktober 2016.

“Kita akan perform beberapa lagu seperti lagu rohani Hewenue Schalom Alejchem, lagu islami Tadarus dan I’tiraf, lagu Korea Arirang, lagu-lagu daerah Ondel-ondel, Tari Pasambahan, Anging Mamiri, Anoman Obong dan lagu Indonesia Jiwaku. Ada juga lagu-lagu lainnya seperti It’s My Life, Lion Sleeps Tonight dan Medley Borneo,” ujar Ketua PSM UIN Jakarta Andriansyah Nur Hidayat bersama timnya saat menghadap Rektor UIN Jakarta di ruang kerjanya untuk berpamitan, Jum’at (14/10/16).

Selain itu, lanjutnya, dua orang dari tim PSM yang terdiri dari 40 personil ini, usai perform, akan mengikuti kegiatan presentasi tentang budaya Indonesia dan mengenalkan kampus UIN Jakarta.

“Ada dua orang anggota tim yang akan presentasi di hadapan para akademisi di Korea. Mustohi Zaman selaku anggota senior akan presentasi tentang budaya Indonesia dan Raden Trisno Riyadi selaku dewan pembina mahasiswa UIN Jakarta akan menyampaikan informasi mengenai kampus UIN Jakarta,” papar Hidayat.

Hidayat menjelaskan, ada yang menarik dengan BIC ini karena pendirinya bukan orang Indonesia, tapi orang Korea asli yang sangat mencintai Indonesia. Dia adalah Prof Dr Kim Soo Il Rektor University of Daejeon Korea Selatan yang mengundang langsung PSM UIN Jakarta untuk tampil di sana.

“Beberapa kali dia datang ke Indonesia, kemudian jatuh cinta dengan Indonesia yang ia manifestasikan dengan menghibahkan sebidang tanah untuk dibangun pusat budaya Indonesia, berdirilah BIC ini sebagai pusat budaya Indonesia satu-satunya di Korea Selatan,” papar Hidayat.

Menurut informasi dari pengurus BIC, Soeharto dan Megawati saat masih menjadi presiden pernah mengunjungi tempat ini.

“Selain Pak Harto dan Bu Mega, Ibu Risma (Walikota Surabaya) juga pernah ke sini dan mendirikan tugu Surabaya di sini. Dia (Risma) bersama Pemkot Surabaya juga menjadikan salah satu tempat di Surabaya bernuansa Korea,” imbuhnya.

Hal yang menarik lainnya, sambung Hidayat, selain bisa memperkenalkan lagu-lagu daerah dan lagu-lagu islami, PSM UIN Jakarta juga merasa senang dapat menyanyikan lagu Arirang yang menjadi lagu kedua setelah lagu kebangsaan Korea Selatan dan lagu yang wajib diketahui pecinta Korea sejati.

“Lagu ini begitu melegenda dan mejadi kenangan bagi rakyat Korea karena diciptakan saat Korea belum terpecah seperti sekarang. Isinya menceritakan tentang berbagai ungkapan perasaan yang dapat ditemukan dalam diri manusia, seperti cinta, benci, senang, sedih, marah dan sebagainya,” papar Hidayat.

Diketahui, sebelum konser di BIC, PSM UIN Jakarta akan tampil terlebih dahulu di Busan Choral Festival and Competition (BCFC) pada 18-21 Oktober 2016. BCFC merupakan salah satu festival paduan suara bergengsi yang rutin diadakan oleh Korean Choral Institute setiap tahun.

Berikut video tim PSM UIN Jakarta yang sedang berlatih hari ini, Selasa (18/10/16) di salah satu pinggiran pantai di Kota Busan Korea.

“Sore ini pada jam 16.00 WIB kita akan melakukan Outreach Concert, yaitu pertunjukan konser kepada masyarakat Korea sebelum kompetisi di Sasang Subway Square. Mohon doa semoga lancar dan sukses,” ujar Trisno melalui pesan singkatnya dari Busan Korea Selatan. (mf)