PSGA Tetapkan Tiga Pemenang LKTI

Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Jakarta akhirnya memilih tiga pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional 2016. Secara berurut ketiga pemenangnya, Muhamad Tisna Nugraha (Dosen FITK IAIN Pontianak), Nur Hidayah Ph.D (Dosen FEB UIN Jakarta), dan Chaterine Hermawan Salim (Dosen Fakultas Fisioterapi, Universitas Indonesia Esa Unggul).

Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Jakarta akhirnya memilih tiga pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional 2016. Secara berurut ketiga pemenangnya, Muhamad Tisna Nugraha (Dosen FITK IAIN Pontianak), Nur Hidayah Ph.D (Dosen FEB UIN Jakarta), dan Chaterine Hermawan Salim (Dosen Fakultas Fisioterapi, Universitas Indonesia Esa Unggul).

Gd. Akademik, BERITA UIN Online— Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Jakarta akhirnya memilih tiga pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional 2016. Secara berurut ketiga pemenangnya, Muhamad Tisna Nugraha (Dosen FITK IAIN Pontianak), Nur Hidayah Ph.D (Dosen FEB UIN Jakarta), dan Chaterine Hermawan Salim (Dosen Fakultas Fisioterapi, Universitas Indonesia Esa Unggul).

Muhamad yang berhasil menjadi juara pertama menulis karyanya,Dampak Ekstrimisme dan Terorisme:Collective Punishment pada Wanita dan Anak-Anak. Sedang Hidayah yang menyabet juara kedua menulis paper bertajuk Islam, Gender, dan Kewirausahaan dalam Perspektif Budaya Muslim Indonesia: Kendala dan Strategi Peningkatan Partisipasi Perempuan.Adapun Chaterine menulis Mewujudkan Indonesia Layak Anak dalam Perspektif Perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) Anak dan Kesejahteraan Sosial.

Penghargaan ketiga pemenang diberikan langsung Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta Prof. Dr. Arskal Salim GP MA dan Kepala PSGA Ir. Rahmi Purnomowati M.Si. Penghargaan diberikan di Ruang Rapat Biro AUK, Gedung Akademik, Kamis (15/12/2016).

Dalam sambutannya, Arskal mengapresiasi para penulis yang telah mengirimkan karya tulisnya untuk dikompetisikan dalam kegiatan LKTI kali ini. “Mudah-mudahan hasil penelitian ini bisa menjadi sumbangsih dalam ikhtiar kita memberdayakan kaum perempuan dan melindungi anak-anak,” paparnya.

Apresiasi senada disampaikan Rahmi. Dosen Fakultas Sains dan Teknologi ini menambahkan, kegiatan LKTI bertujuan mengapresiasi akademisi-peneliti yang memiliki concern atas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak-anak. “Ke depan kita berharap kegiatan ini terus berjalan sebagai apresiasi pada individu yang memiliki perhatian pada isu-isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak-anak,” harapnya.

Perlu Akomodir Perempuan

Sementara itu, Hidayah dalam penelitiannya memandang pentingnya transformasi budaya Muslim di Indonesia kearah yang lebih progresif dengan melakukan apresiasi tanpa memandang pada perbedaan gender.“Ini agar budaya wirausaha di kalangan Muslim Indonesia dapat meningkatkan partisipasi perempuan,” tuturnya.

Saat ini, ia menuturkan, berbagai kendala yang diidentifikasi seperti kurangnya pendidikan dan pelatihan, beratnya beban domestik yang dipikul perempuan. Selain itu, hukum, budaya dan keagamaan juga mempersulit perempuan mengakses bantuan pembiayaan usaha dalam memberdayakan diri sendiri.

“Ini perlu dicarikan solusi dan strategi yang mengeliminir kesenjangan gender di bidang ini sehingga mereka bisa menjadi kelompok sosial yang berdaya,” tambahnya.

Sebagai negara dengan mayoritas Muslim, Hidayah menilai pentingnya penggalian khazanah Islam dan budaya Muslim Indonesia untuk direvitalisasi dan dijadikan landasan bagi transformasi nilai-nilai dan lembaga-lembaga keagamaan Islam di Indonesia. Tujuannya agar lebih mendorong kewirausaan di kalangan umat Islam, terutama perempuan, sehingga tatanan masyarakat yang lebih berkeadilan dan berkesetaraan bisa terwujud.

Kepada BERITA UIN Online, jebolan Melbourne University ini bertutur perjuangan dan harapannya pasca kegiatan ini. “Penelitian ini berangkat dari penelitian disertasi di Melbourne. Insya Allah  penelitian ini akan ditindaklanjuti. Saya sudah dapat mitra riset dari University of  California, Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat. Mohon doanya,” harapnya. (Farah/Ahmad Hamdani/Risa).