Presiden Anugerahi Alm. Harun Nasution Bintang Mahaputera Utama

Harun NasutionGd. Rektorat, Berita UIN Online– Presiden RI Joko Widodo menganugerahkan Bintang Mahaputera kepada almarhum Prof Dr Harun Nasution di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (13/08). Penghargaan yang diberikan dalam rangka perayaan kemerdekaan RI ke-70 diberikan kepada Harun sebagai tokoh Pengembang Budaya Moderat.

Penganugerahan gelar kehormatan diberikan melalui Surat Keputusan Presiden RI Nomor 93 Tahun 2015 tanggal 7 Agustus 2015 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera. Selain Harun, 45 tokoh lain beroleh anugerah kehormatan dalam sejumlah kategori berbeda seperti Bintang Mahaputra, Bintang Jasa, dan Bintang Jasa Pratama.

Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Laksamana TNI Suyono Thamrin menuturkan, penganugerahan bintang Mahaputera diberikan kepada individu yang berjasa luar biasa bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa serta pengorbanannya di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

“Penganugerahan tanda kehormatan juga dilakukan dengan memperhatikan pertimbangan dan persetujuan hasil sidang I Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (Dewan GTK) periode Agustus 2015 atas saran dan masukan Dewan, serta usulan dari instansi atau kementerian tentang permohonan pemberian tanda kehormatan,” ungkap Suyono.

Harun menghabiskan sebagian besar hidupnya di bidang Islam dan ilmu pengetahuan. Ia pernah menjabat Rektor IAIN Jakarta dari tahun 1973-1984, dilanjutkan dengan menjadi Dekan Fakultas Pasca Sarjana IAIN Jakarta hingga akhir hayatnya.

Melalui kiprahnya yang luar biasa, Harun berhasil membangun IAIN Jakarta sebagai salah satu mata air keilmuan Islam Indonesia yang moderat. Di tangannya pula lahir doktor-doktor yang turut mengabdikan diri dalam pengembangan keilmuan dan keislaman. Harun wafat pada 18 September 1998 di Jakarta, di usianya yang ke-79 tahun. (LRF)