PPM Luncurkan Program Pengabdian Lingkungan Kampus

Jaka Badranaya MEPPM, BERITA UIN Online— Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) UIN Jakarta bakal meluncurkan program pengabdian sosial di lingkungan kampus. 10 orang dosen yang memiliki concern di bidang pengabdian masyarakat dilibatkan sebagai tim pelaksana program. Program ditarget terlaksana sepanjang September-Desember ini.

Demikian disampaikan Kepala PPM Jaka Badranaya S.Ag ME kepada BERITA UIN Online, Senin (31/08). Menurutnya, program dilatarbelakangi keinginan UIN Jakarta melakukan pengabdian sosial di lingkungan kampus sebagai kawasan terdekat UIN Jakarta.

“Selama ini, hampir sebagian besar pengabdian dosen-mahasiswa kita dilakukan jauh di luar lingkungan kampus. Padahal, kita tidak bisa menutup mata adanya berbagai persoalan sosial di lingkungan terdekat sendiri. Nah, hal ini yang akan menjadi fokus program,” ungkapnya.

Untuk itu, sambung dosen FEB ini, PPM menginisiasi program pengabdian lingkungan terdekat dengan memilih 10 dosen yang memiliki concern di bidang pengabdian. Ke-10 dosen itu adalah Tantan Hermansyah, Siti Nafsiyah, Rini Laili Prihatini, dan Muhammad Hudri (FDIK), Rahmi Purnomowati (FST), Nurhasanah dan Atep Abdul Rofiq (FSH), Eva Nugraha (FU), Imam Subhi (FU), dan Agus Nilmada Azmi (FISIP).

Jaka menuturkan, terdapat dua program utama pengabdian dari beberapa usulan program pengabdian yang diusulkan. Keduanya yakni revitalisasi Kawasan Pesanggrahan dan aktivasi public area di bawah fly over Ciputat.

Program pertama dilakukan melalui penataan lingkungan kawasan Pesanggrahan seperti pengaturan perparkiran, pengadaan vertical garden di dinding-dinding pembatas kampus, dan bantuan penataan para pedagang kaki lima. Sedangkan program kedua, rencananya direalisasikan dalam penyediaan taman rekreasi atau meeting point komunitas Ciputat.

“Dengan meeting point, kita berharap UIN Jakarta bisa berkontribusi bagi penyediaan lahan bagi interaksi sosial setempat,” tambahnya.

Seluruh program, lanjut Jaka, diharapkan berjalan sepanjang September-Desember ini. “Ini merupakan jenis pengabdian pertama yang dimiliki UIN Jakarta. Tapi kita harapkan program bisa sustain. Sehingga manfaatnya bisa lebih maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.

Menyangkut pendanaan sendiri, PPM mengalokasikan anggaran senilai Rp 100 juta. Menurutnya, dana ini merupakan dana stimulan sehingga diharapkan institusi pemerintahan dan bisnis yang berada di lokasi tujuan program bisa turut berpartisipasi. (LRF/ZM)