Perkuat Iklim Akademik, UIN Jakarta Undang Profesor dan Peneliti Tamu

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
159

Prof. Dr. Arskal salim GP MA

Ruang LP2M, BERITA UIN Online—UIN Jakarta bakal mengundang dan memfasilitasi sejumlah profesor dan peneliti tamu untuk mengajar, meneliti, dan berbagi pengalaman akademik mereka. Para profesor dan peneliti ini diundang melalui program visiting professor dan Research Fellowship untuk jangka waktu mulai dua minggu, satu bulan, hingga tiga bulan sepanjang tahun ini.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta Prof. Dr. Arskal Salim GP MA kepada BERITA UIN Online di ruang kerjanya, Kamis (13/7/2017). “Ada beberapa profesor yang sudah apply untuk ikut program ini. Beberapa diantaranya dari Australia, USA, Perancis, Rusia, Kanada, danTimur Tengah,” katanya.

Arskal menuturkan, para profesor ini nantinya ditempatkan di masing-masing fakultas sesuai bidang keilmuannya. Selain mengajar dan melakukan riset, para profesor didorong memberikan diskusi dan pelatihan kepada dosen masing-masing fakultas.

“Utamanya adalah mengajar. Cuma itu pandai-pandai fakultas memanafaatkan. Misalnya diberi kesempatan member public lecture, workshop penulisan artikel, dilibatkan dalam konferensi internasional dimana dia bisa jadi pembicara,” sarannya.

Dalam data LP2M, beberapa profesor yang mendaftar program antara lain Razeen Sappideen dan Carolyn Sappideen dari Western Sydney University. Masing-masing mendaftar untuk Fakultas Syariah dan Hukum/Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Fakultas Syariah dan Hukum/Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.

Lalu, Shirley Baker dari Alliant International University USA untuk Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Nevzet Celik dari Ecole Pratique Des Hautes Edutes-Sorbonne Perancis untuk Fakultas Adab dan Humaniora/Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Irina Katkova dari Institute of Oriental Manuscripts of the Russian Academu of Scieances Rusia untuk Fakultas Adab dan Humaniora.

Selanjutnya, Arafat Elashi dari Sayyda Khadijah Deen Studies, Kanada, untuk Fakultas Ushuluddin/Fakultas Dirasat Islamiyah, Norbani Ismail dari George Town University, Washington, USA untuk Fakultas Ushuluddin, Prof Roselina Ahmad Saufy dari UTM, Malaysia, untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Selain Norbani Ismail, Fakultas Ushuluddin juga dikunjungi Martha C. Beck dari Lyon University.

Dua lainnya yaitu Morales Yosif dari Peace Violence & Terrorism Research, Filipina, untuk Fakultas Adab dan Humaniora/Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik/Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Lainnya, Abd Aziz Munadil dari Ibnu Thufail University, Maroko, untuk Fakultas Dirasat Islamiyah.

Sementara research fellowship, dua pendaftarnya adalah Octavio Paulo Vera Villagran dari Universidad Del Bio-Bio, Brazil, dan Jee Young Lee dari Australia. Jika Octavio ke Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, maka Lee akan menuju Fakultas Sains dan Teknologi.

Dari beberapa profesor tamu, Martha C. Beck telah lebih dulu tiba dan melakukan visiting professor per 1 Maret hingga 30 Mei lalu. Kendati beberapa profesor masih menegosiasi jadwal kunjungan, namun sebagian besar sudah siap datang ke UIN Jakarta. “Yang inbound ke UIN Jakarta sebagian besar akan dijadwalkan tiba akhir Agustus karena mereka akan mengajar d bulan September,” terangnya.

Terkait kedatangan profesor tamu dan peneliti mitra asal berbagai universitas dunia, Arskal berharap para dosen dan mahasiswa bisa betul-betul memanfaatkan keberadaan mereka. Selain berdiskusi dan bertukar pengalaman, Arskal berharap para dosen dan mahasiswa membuat kemitraan akademis jangka panjang dengan profesor dan peneliti tersebut.

“Intensitas dan kedekatan sesama akademis, sebetulnya itu yang betul-betul kita harapkan. Para dosen dan mahasiswa bisa membangun dialog akademik yang akan mereka tempuh ke depan,” tambahnya lagi. (farah nh/yuni nurkamaliah/zm)