Peringati Hari Bumi, UKM RANITA Gelar UIN Green Kampus

Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusian Kembara Insani Ibnu Batutah (KMPLHK RANITA) UIN Jakarta menyelenggarakan kegiatan UIN Green Kampus 2016 di Ruang Terbuka Hijau UIN, Jumat (22/04).  Salah satu aksinya adalah pembuatan lubang biopori di lingkungan kampus UIN Jakarta.

Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusian Kembara Insani Ibnu Batutah (KMPLHK RANITA) UIN Jakarta menyelenggarakan kegiatan UIN Green Kampus 2016 di Ruang Terbuka Hijau UIN, Jumat (22/04). Salah satu aksinya adalah pembuatan lubang biopori di lingkungan kampus UIN Jakarta.

Ruang Terbuka Hijau, BERITA UIN Online– Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusian Kembara Insani Ibnu Batutah (KMPLHK RANITA) UIN Jakarta menyelenggarakan kegiatan UIN Green Kampus 2016 di Ruang Terbuka Hijau UIN, Jumat (22/04). Kegiatan yang diselenggarakan bertepatan dengan hari bumi yang jatuh pada hari ini diharapkan mendorong kesadaran penghargaan lingkungan oleh sivitas UIN Jakarta.

Givela Nur Khaleda, Pengurus KMPLHK RANITA, mengungkapkan kegiatan UIN Green Kampus 2016 dilakukan dengan mengusung tiga aksi utama yang menjadi perhatian di lingkungan kampus. Ketiganya, penghematan energi, penanganan sampah, dan pengelolaan ruang terbuka hijau. “Ketiganya menjadi isu yang perlu diangkat guna menumbuhkan kesadaran penghargaan lingkungan oleh sivitas UIN Jakarta,” ujarnya.

Menurut mahasiswi Prodi Perbankan Syariah ini, penghematan energi dilakukan dengan mendorong sivitas untuk tidak menggunakan lift dalam sehari (one day no lift). Dalam amatan KMPLHK RANITA, salah satu sumber utama penggunaan energi yang cukup massif di UIN adalah pemakaian lift. Kalkulasinya, satu kali lift naik dibutuhkan daya 5.5 watt. Jumlah yang sama dibutuhkan saat lift turun, sehingga total dibutuhkan daya 11 watt untuk naik-turun.

“Bayangkan dalam sehari penggunaan lift tidak cukup 10-20 kali. Berapa ratus daya yang dibutuhkan. Belum lagi penggunaan lift dilakukan tidak dalam jumlah ideal, misalnya naik lift satu orang saja,” papar Givela.

Isu kedua, pengelolaan sampah, KMPLHK RANITA menggelar aksi pungut sampah dan orasi tentang bahayanya penggunaan material plastik. Sebagai material yang sulit diurai, plastik justru massif digunakan masyarakat, termasuk sivitas UIN Jakarta.

Adapun pengelolaan ruang terbuka hijau, KMPLHK RANITA membuat tujuh lubang biopori di Ruang Terbuka Hijau depan Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa, areal wall climbing, Taman UIN Jakarta, dan Taman Aula Madya UIN Jakarta. “Dengan penggunaan lahan yang ada, UIN Jakarta kita lihat butuh wilayah resapan air,” katanya. (Laporan Yuni Nurkamilah)