Pengurus Ikaluin: Profesi Itu Hanya Ada Dua

Wahidudin Adams Oke

Pengurus Ikaluin Jakarta Dr Wahidudin Adams SH MH yang berprofesi sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi RI menyampaikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-101 UIN Jakarta, Sabtu (20/08/16) di Auditorium Harun Nasution

Auditorium Harun Nasution, BERITA UIN Online– Perwakilan Pengurus Ikaluin Jakarta Dr Wahidudin Adams SH MH berkesempatan menyampaikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda ke 101 UIN Jakarta, Sabtu (20/08/16) di Auditorium Harun Nasution.

Pria yang saat ini berprofesi sebagai Hakim di Mahkamah Konstitusi RI tersebut berpesan kepada para wisudawan agar tidak melupakan almamaternya dan menghormati para guru/dosen.

“Pertama, ketika nanti kalian sudah masuk pada jaringan sistem apapun dalam kehidupan bermasyarakat, jangan lupakan kampus ini. Kedua, hormatilah guru-guru kita, karena di dunia ini yang betul-betul profesi hanya dua, satu guru, kedua bukan guru,” ujar Wahidudin.

Pesan jebolan S1 Peradilan Islam Fakultas Syariah dan Hukum IAIN Jakarta tahun 1979 itu cukup beralasan. Menurutnya hanya guru dan dosen yang diatur UU, sedangkan profesi lain hanya peraturan bersifat pembinaan profesi.

Ditegaskannya, mereka (guru/dosen -red.) mendapat kedudukan terhormat yang ditetapkan pemerintah dan DPR.

“Berbahagialah dan senantiasa dimanapun berada tetaplah dalam kapasitas kita bisa menjadi guru, itulah profesi sebenarnya, karena yang lain bukan guru,” ungkap pria kelahiran Palembang, 17 Januari 1954 itu.

Terkait Ikaluin, Wahidudin menggambarkan, alumni-alumni UIN Jakarta yang diregister di dalam Ikaluin ini dipetakan dalam berbagai segmen dan sektor atau jaringan kemasyarakatan.

“Ada yang di lembaga legislatif DPR, bahkan sekarang ketua DPR adalah alumni UIN Jakarta. DPD juga saya lihat daftarnya dari 132 anggota DPD itu ada 46 alumni UIN, meskipun tidak semua UIN Jakarta.”

“Di Komisi Yudisial yang mengawasi martabat perilaku hakim juga sudah ada komisionernya alumni UIN Jakarta. Di Mahkamah Agung (MA), Hakim Agung dari UIN dan UIN Jakarta. Kami juga diusulkan DPR menjadi salah satu Hakim MK,” papar Dosen Mata Kuliah Ilmu Perundang-Undangan pada Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta itu.

Ditambahkannya, alumni UIN Jakarta juga tersebar di level eksekutif sebagai Menteri Koperasi, Menteri Agama, Menteri Pemberdayaan Perempuan, Wakil Menlu, duta besar dan pajabat Kemenlu lainnya.

“Intinya adalah semua dirintis dan dijalani secara baik dan mereka ternyata mendapatkan tempat yang layak di profesi dan rintisan biokrasi yang dilakukan,” imbuhnya.

Terakhir dia berpesan dalam rangka bergabung dengan Ikaluin, maka trust dari masyarakat ke organisasi ini tergantung tiga hal.

Pertama apakah Ikaluin ini bermanfaat dan dirasakan manfaatnya oleh para alumni. Kedua, sumbangan besar bagi almamater, apakah Ikaluin nanti cukup memberikan sumbangan pemikiran, banyak masukan dan pandangan kepada Perguruan Tinggi, dan terakhir, Ikaluin ini dapat berguna bagi masyarakat bangsa dan negara.

Dia berharap kepada para wisudawan setelah menjadi alumni dapat berguna bagi UIN Jakarta khususnya, dan bagi masyarakat bangsa dan negara secara umum.

“Semoga para wisudawan mencapai cita-cita dan pengembangan ke depan dengan sebaiknya-baiknya dengan izin dan ridlo Allah SWT dan restu guru serta orang tua,” pungkas ayah empat anak ini di hadapan ratusan wisudawan. (mf)