Mensos: UIN Jakarta Harus Menjadi Ujung Tombak Kemajuan IPTEK

159

Dra. Khofifah Indar Parawansa, M.Si

Auditorium Utama, BERITA UIN Online— UIN Jakarta melalui Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDK) harus mampu menjadi ujung tombak kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) bidang kesejahteraan sosial dan berkompetisi dengan perguruan tinggi lain, baik di Indonesia maupun di manca negara.

Demikian disampaikan Menteri Sosial RI Dra Khofifah Indar Parawansa MSi, saat menjadi keynote speech pada seminar nasional yang diselenggarakan Program Studi Kesejahteraan Sosial (Kesos), FIDK UIN Jakarta, Kamis (20/04), bertempat di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta.

Khofifah menambahkan, agar menjadi ujung tombak kemajuan IPTEK, UIN Jakarta harus berani memandang kedepan dan menciptakan ide-ide yang inovatif. “Kita harus berani berfikir keluar dari kebiasaan (Out of The Box), selama ide tersebut positif dan membangun, demi kemajuan serta kebaikan kita bersama,”katanya.

Ditegaskannya lagi, bahwa hanya dengan cara tersebut, kita dapat menciptakan terobosan dalam IPTEK, terutama pada bidang kesejahteraan sosial atau pekerjaan sosial, baik nasional maupun internasional.

“Kami juga mengapresiasi atas pencapaian UIN Jakarta selama ini. Selain itu, mari kita teguhkan bersama bahwa UIN Jakarta akan senantiasa melakukan hal-hal positif serta selalu berinovasi dalam meciptakan kesejahteraan sosial. Dengan demikian, UIN Jakarta sekaligus menjadi pendamping bangsa Indonesia dalam menciptakan kesejahteraan sosial,” harap Khofifah.

Selain Menteri Sosial, turut hadir dalam acara yang diikuti sedikitnya 150 orang peserta tersebut, Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA, Dekan FIDK Dr Arief Subhan MSi, Ketua Ikatan Pendidik Pekerja Sosial Indonesia (IPPSI) Dr Oman Sukmana MSi, Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial, Kemensos RI Dr Kanya Eka Santi, Tim Penyusun KKNI dan Tim Penyusun Pokja Kurikulum Perguruan Tinggi 2005-2016, Kemenristekdikti RI Dr Ir Endrotomo MT, serta segenap sivitas akademika UIN Jakarta.

Di tempat sama, rektor menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan seminar tersebut. Lebih jauh, rektor berharap kerjasama antar kedua lembaga dapat lebih diperluas.

“Kami berharap, Kementerian Sosial dapat merangkul UIN Jakarta selain seperti ini, tapi juga melibatkan dosen dan mahasiswa Kesos khususnya pada bidang penelitian tentang kesejahteraan sosial dan kajian-kajian di bidang sosial lainnya,”harap Guru Besar Metodologi Pendidikan UIN Jakarta tersebut.

Sekadar informasi, seminar yang mengusung tema Pengembangan Kompetensi Multikultural Guna Mencetak Pekerja Sosial yang Handal dan Profesional itu, dimulai pukul 08.00 -13.00 WIB, dan diisi oleh tiga pembicara dengan membawakan tema yang berbeda. (lrf)