Mahasiswa UIN Jakarta Taklukkan Gunung Berapi Iran

159Ciputat, Berita UIN Online– Kelompok Pecinta Alam (KPA) Arkadia UIN Jakarta berhasil menaklukkan gunung berapi tertinggi di Iran dan Asia, Gunung Damāvand atau Donbavand, dalam sebuah ekspedisi pendakian sepanjang 7-28 Mei 2017. Selain pendakian, kegiatan yang dilakukan untuk merayakan 60 tahun ADIA/IAIN/UIN Jakarta diisi dengan seminar dan pameran perkenalan budaya Indonesia dan UIN Jakarta ke masyarakat setempat.

Kelompok Arkadia penakluk Damāvand antara lain Muhamad Aminullah (FIDK/Semester 6), Ahmad Khoiri (FSH/8), M Abdul Bait (FU/6), Hasan Hadi Sofian (FU/10), dan juru bicara Iwan Buana.

Kepada Berita UIN Online, Rabu (14/6/2017), Aminullah yang juga ketua rombongan mengatakan, pendakian dilakukan dengan terlebih dulu melakukan persiapan fisik dan mental peserta.

Menurut Aminulloh, kesiapan fisik dan mental amat diperlukan mengingat ketinggian gunung yang didaki mencapai 5.610 meter atau 18.406 mata kaki sehingga menempatkannya sebagai salah satu gunung tertinggi di dunia. Selain itu, iklim berupa batuan es juga menghadirkan tantangan yang menuntut kesiapan fisik dan mental.

“Tentunya butuh kerja keras dan usaha dari Tim Ekspedisi Arkadia. Makanya, sebelum melakukan pendakian kami latihan selama satu tahun dan banyak yang harus di korbankan. Mulai dari kuliah hingga keluarga. Tapi itu semua terbayar sudah ketika berhasil mencapai puncak dan mengibarkan bendera Merah Putih,” papar Aminullah.

Telusuruan Berita UIN Online mencatat, Gunung Damāvand yang juga disebut Donbavand merupakan gunung berapi tidur dan puncak tertinggi di Iran. Gunung ini juga merupakan titik tertinggi di Timur Tengah dan gunung berapi tertinggi di Asia. Gunung sendiri terletak di tengah Pegunungan Alborz.

Selain pendakian Damavand, tambah Aminullah, kelompok Arkadia melakukan serangkaian acara lainnya. Pada minggu pertama di Iran, misalnya, delegasi Arkadia mengikuti shortcourse tentang pemikiran, sejarah, dan kebudayaan Iran. Setelah pendakian sepanjang minggu kedua di Iran, kelompok Arkadia menyelenggarakan pameran kebudayaan Indonesia dan UIN Jakarta di Tehran University. Pada minggu terakhir, tim melakukan jelajah budaya ke kota Isfahan dengan mengunjungi situs dan tempat ibadah pemeluk agama Majusi atau Zoroaster.

Hasan menambahkan, pameran di Tehran University dilakukan dengan memamerkan beragam produk eksotik Indonesia seperti kain tenun, batik, alat musik angklung, produk ukiran Indonesia, buku dan karya fotografi keindahan alam dan budaya Indonesia.

“Kita ingin masyarakat Iran tahu tentang keindahan kebudayaan kita,” imbuhnya.

Dipuji Menkeu

Sebelumnya dalam kuliah umumnya tentang Peluang dan Tantangan Masa Depan Ekonomi Syariah di Auditorium Utama, Kamis (25/5/2017), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memuji mahasiswa kelompok Arkadia yang berupaya menaklukan Damavand. Menurutnya, usaha mereka menaklukan salah satu gunung tertinggi di Timur Tengah tersebut perlu menjadi bahan refleksi para sivitas akademik UIN Jakarta dalam memajukan lembaganya.

“Usaha sebagian teman-teman yang menaklukkan salah satu gunung tertinggi layak diapresiasi dengan menjadikannya sebagai refleksi tentang perlunya sivitas dalam menguatkan tekad memajukan UIN Jakarta dalam usianya yang ke-60 tahun,” katanya.

Selain Menkeu, Rektor Prof Dr Dede Rosyada MA juga mengaku bangga atas prestasi mahasiswa Arkadia yang berhasil menaklukkan gunung tersebut. Terlebih, kelompok Arkadia merupakan satu-satunya kelompok mahasiswa pendaki asal Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Indonesia yang berhasil menaklukan gunung tersebut.

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi mahasiswa yang telah mencapai prestasi yang sangat  luar bisa, mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi Iran. Sempat ada kekhawatiran saat mereka akan melakukan pendakian. Tapi Alhamdulillah anak-anak kita kembali dengan selamat,” ucapnya. (Farah/Teti Pujiwati/ZM)