Mahasiswa Pendidikan Kimia Gelar Seminar Peduli Halal

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

IMG_1249Aula Madya Lt. 1, BERITA UIN Online— Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia, FITK, UIN Jakarta menggelar Seminar Peduli Halal di lantai dasar Gedung Aula Madya, Kamis (08/12/2016). Seminar bertema Jaminan Kehalalan Teknologi  Pangan Modern dan Produk Kecantikan yang Beredar di Masyarakat ini digelar guna memberikan informasi dan edukasi tentang produk halal, baik makanan, minuman, kosmetik dan obat kepada kalangan konsumen.

Seminar dibuka Ketua Prodi Pendidikan Kimia, Burhanudin Milama M. Pd dan dihadiri dua ratusan mahasiswa. Seminar sendiri menghadirkan empat narasumber, yakni Adi Riyadhi M. Si, Auditor Halal Majelis Ulama Indonesia, Salamah Agung, S. Si., Apt., M.A., Ph. D., Kepala Pusat Audit dan Pengendalian MutuLPM UIN Jakarta, Dr. H. Yahya Iskandar, M. Pd, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan, dan Drs.  A. Samsudin, LPPOM Provinsi Banten. Seminar sendiri dipandu  Buchori MuslimM.Pd, dosen Prodi Pendidikan Kimia.

Dalam sambutannya, Milama mengapresiasi kecerdasan dan kepedulian mahasiswa dalam menangkap isu kehalalan produk yang banyak dikonsumsi masyarakat. Menurutnya, kesadaran masyarakat atas aspek kehalalan makin meningkat, tidak hanya makanan melainkan juga produk-produk seperti kosmetika dan pakaian.

“Sangat membanggakan atas kepedulian para mahasiswa yang mau mengangkat isu ini. Tidak hanya duduk di bangku kuliah, tetapi mau berusaha berkontribusi nyata kepada masyarakat,” pujinya.

Muhammad Yusup Sartono, Ketua Pelaksana Seminar, mengungkapkan seminar berangkat dari diskusi kalangan mahasiswa kimia atas isu kehalalan produk yang tengah berkembang di masyarakat. Isu itu adalah sejauhmana jaminan kehalalan produk makanan dan kosmetika yang banyak dikonsumsi dan digunakan masyarakat hampir seluruh laporan.

“Padahal, soal kehalalan menjadi bagian penting bagi setiap Muslim, karena berpengaruh terhadap ibadah yang kita emban,” katanya.

Bentuk IMAPELA

Selain sosialisasi tentang kehalalan produk, seminar juga mengokomodir pembentukan Ikatan Mahasiswa Peduli Halal (IMAPELA) regional Banten. Organisasi kemahasiswaan dibentuk dengan konsentrasi utama melakukan kajian, riset, dan advokasi kehalalan produk makanan, minuman, dan kosmetika, dan lainnya.

Selain menjadi wadah pengembangan kepedulian mahasiswa dari sisi akademik, pembentukan organisasi diharap memungkinkan mahasiswa melakukan pengabdian masyarakat atas isu yang menjadi konsentrasinya. “Mudah-mudahan organisasi ini bisa berperan optimal. Mohon bantuan seluruh pihak,” harap Yusup. (Ahmad Hamdani/zm)