Mahasiswa PBSI Gelar Apresiasi Sastra Penyandang Tunanetra

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) mengagendakan kegiatan bertajuk ‘Suara Seni Anak Sang Tunanetra’ (Susastra) di Gedung Aula Madya, Kampus I UIN Jakarta, Selasa (24/11). Kegiatan Susastra digelar untuk mengapresiasi minat para tunanetra di bidang sastra.

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) mengagendakan kegiatan bertajuk ‘Suara Seni Anak Sang Tunanetra’ (Susastra) di Gedung Aula Madya, Kampus I UIN Jakarta, Selasa (24/11). Kegiatan Susastra digelar untuk mengapresiasi minat para tunanetra di bidang sastra.

Gd. Aula Madya, BERITA UIN Online— Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) mengagendakan kegiatan bertajuk ‘Suara Seni Anak Sang Tunanetra’ (Susastra) di Gedung Aula Madya, Kampus I UIN Jakarta, Selasa (24/11). Kegiatan Susastra digelar untuk mengapresiasi minat para tunanetra di bidang sastra.

Arif Darmawan Hasibuan, Ketua HMJ PBSI, mengungkapkan minat sastra baik sebagai pembaca maupun menulis sastra di kalangan tunanetra perlu terus ditumbuhkan. Keterbatasan indera penglihatan tidak harus membatasi mereka mengakses karya-karya sastra.

“Menikmati sastra bukan hanya dengan pembacaan melalui indra penglihatan, melainkan juga dengan hati. Ini berarti para pembaca sastra tunanetra juga punya hak setara dalam menikmati sastra,” katanya kepada BERITA UIN Online.

Arif yang juga pendiri komunitas Oretan Liari, komunitas sastra budaya dan sosial mahasiswa PBSI asuhan Sastrawan Jamal D. Rahman dan pengamat sastra Novi Diah Haryanti, ini menambahkan kegiatan apresiasi digelar sebagai hasil kerjasama dengan Komunitas Tunanetra Peduli Bangsa (KTPB) Tangerang Selatan. Rencananya, kegiatan akan menghadirkan narasumber Siruddin, Pegiat sastra tunanetra dan Ketua KTPB, dan Maniso, Pembina KTPB. (SF)