KOPMA UIN Jakarta Gelar Upgrading Perkoperasian

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Koperasi Mahasiswa (KOPMA) UIN Jakarta bekerja sama dengan Assosiasi Koperasi Mahasiswa menggelar acara Sharing dan Upgrading perkoperasian dengan koperasi mahasiswa perguruan tinggi se-Jabodetabek dan Banten, Sabtu (8/10).

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Koperasi Mahasiswa (KOPMA) UIN Jakarta bekerja sama dengan Assosiasi Koperasi Mahasiswa menggelar acara Sharing dan Upgrading perkoperasian dengan koperasi mahasiswa perguruan tinggi se-Jabodetabek dan Banten, Sabtu (8/10).

Uni Club, BERITA UIN Online— Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Koperasi Mahasiswa (KOPMA) UIN Jakarta bekerja sama dengan Assosiasi Koperasi Mahasiswa menggelar acara Sharing dan Upgrading perkoperasian dengan koperasi mahasiswa perguruan tinggi se-Jabodetabek dan Banten, Sabtu (8/10).

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Lembaga Pendidikan Perkoperasian Daerah Tanggerang selatan, Muktiar SE MM. Dalam sambutannya, dia mengatakan bahwa koperasi merupakan suatu lembaga yang dikelola oleh sekelompok orang dalam bidang kewirausahaan. Bukan hanya dalam hal jual beli namun juga mengasah skill untuk terus berkreasi dan berinovasi.

“Selain menguntungkan diri sendiri, koperasi juga harus memberikan manfaat bagi sekitar. Terlepas dari itu, untuk mengatasi perbedaan keinginan dan kebutuhan anggota koperasi perlu adanya penyamaan visi dalam berkoperasi,” tambah Mukhtiar.

Acara yang dimoderatori oleh Dewan Koperasi Indonesia Angga Bhakti Kusuma ini, dikuti oleh beberapa anggota koperasi mahasiswa perguruan tinggi yang berada di wilayah Jabodetabek dan Banten. Hadir diantaranya, perwakilan dari UNJ Rawamangun, STIAMI Jakarta pusat, Untirta Serang dan lainnya.

Dalam penyampaiannya, Angga mengatakan bahwa kebanyakan mahasiswa belum mengetahui arti dan manfaat koperasi. Padahal dengan basis keilmuan yang mahasiswa peroleh dibangku kuliah, dapat memicu sumber daya yang potensial. “Selain itu, dengan dibekali ilmu kewirausahaan di dalam  koperasi, dapat menjadikan  mahasiswa  yang kelak setelah lulus kuliah menjadi pengusaha yang profesional dan dapat menciptakan peluang usaha yang kreatif dan inofatif, sehingga tidak bergantung pada lapangan kerja formal,” jelasnya.

Salah satu peserta utusan UNJ, Rahma ketika ditemui tim BERITA UIN Online mengungkapkan apresiasinya terhadap acara tersebut. Dia berharap mahasiswa mampu mengetahui tentang koperasi lebih jelas dan mendalam, sehingga tidak ada kesan negatif terhadap koperasi.

“Koperasi yang sangat umum dimasyarakat ini pada kenyataannya kurang diminati. Mahsiswa terkadang menganggap bahwa koperasi itu kuno dan tidak menguntungkan atau hanya sedikit,” jelasnya.  (lrf/Zuhrotul Uyun)