Kembali, Modus Penipuan Mengatasnamakan Pimpinan UIN Jakarta

159

Kembali, Modus Penipuan Mengatasnamakan Pimpinan UIN Jakarta. Jumat (16/9).

Gedung Rektorat, BERITA UIN Online– Civitas akademika dan karyawan UIN Jakarta dihimbau untuk lebih hati-hati ketika menerima Short Message Service (SMS) yang mengatasnamakan pimpinan UIN Jakarta. Pasalnya, salah satu dosen UIN Jakarta menjadi korban modus penipuan melalui sms tersebut.

“Saya menerima sms dari nomor yang tidak dikenal tapi mengatasnamakan Wakil Rektor (Warek) II Bidang Administrasi Umum Prof Abdul Hamid untuk menghadiri undangan rakernas, tapi saya ragu,” ujar salah seorang dosen UIN Jakarta di pusat informasi, Jum’at (16/9).

“Saya kemudian langsung mengkonfirmasi kebenaran informasi ini ke bagian pusat informasi, karena dia salah menulis jabatan pimpinan UIN Jakarta, seharusnya WR 2 dia tulis WR 1,” jelasnya sambil menunjukan isi smsnya sebagai berikut:

Ass. Wr. Wb. Selamat Pagi, Saya, Prof. Abdul Hamid (WR 1 UIN), Ada Undangan Rakernas Peningkatan Kinerja Tenaga Pendidikan dari Ditjen Pendis Kemenag, untuk Dr. H. Fuad Thohari, No. Peserta 09998879 yg akan di laksanakan di hotel Grand Hilton Semarang pada tgl 24-25 September 2016. Seluruh peserta ditanggung untuk biaya Transportasi dan Akomodasi oleh pihak penyelenggara yaitu Ditjen Pendis Kemenag Rp.7jt. Untuk penjelasan dan penerimaan dana akomodasinya harap dihubungi sekarang jg ke bendahara sekaligus ketua panitia penyelenggara yakni Prof. H. Suprapto, M.Ag di 08122505194, di hubungi skrng jg. Sudah di tunggu, maaf hanya SMS, soalnya saat ini sy msh ada acara di luar kota, jadi undangannya bisa diambil hari senin di ruangan sy. Tks. Was. Wr. Wb.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Abdul Hamid MS mengatakan, modus penipuan semacam ini memang harus diwaspadai. Mereka memakai nama Warek I, Warek 2 dan pimpinan lainnya. Kemudian meminta untuk mentransfer sejumlah uang.

“Kepada seluruh sivitas akademik UIN Jakarta agar waspada dan mengecek kembali bila mendapat info-info serupa. Karena sebelumnya telah terjadi modus penipuan yang sama dengan mengatasnamakan Warek 1,” tandasnya.

Sebagai informasi, masih mengenai kasus yang sama, baru-baru ini menyusul pula sms penipuan dengan modus yang hampir sama, namun mengatasnamakan Kepala Pusat Layanan Humas dan Bantuan Hukum (PLHBH) Afwan Faizin MA.(njs/lrf)