Kembali, Azra Beroleh Penghargaan

azyumardi-azraCiputat, BERITA UIN Online— Guru Besar sekaligus Rektor UIN Jakarta 1998-2006 Prof Dr Azyumardi Azra CBE MA M.Phil beroleh anugerah Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) 2015. Penghargaan diperolehnya atas komitmen dan dedikasi kecendekiawannya di bidang pemikiran sosial.

Anugerah diserahkan langsung keluarga Bakrie dalam malam penganugerahaan PAB XIII/2015 di Jakarta Theater, Jumat (21/08/2015). Penghargaan Achmad Bakrie diselenggarakan Yayasan Achmad Bakrie bekerja sama dengan Freedom Institute dan Viva Group.

Ketua Umum OC PAB XIII Anindra Ardiansyah Bakrie menuturkan, Azra beroleh penghargaan beserta lima cendekiawan lainnya. Kelimanya yaitu, Ahmad Tohari  di bidang kesusasteraan, Kaharuddin Djenod di bidang teknologi, Suryadi Ismadhi di bidang sains, Tigor Silaban di bidang kedokteran/kesehatan, dan Suharyo Sumowidagdo di bidang ilmuwan muda berprestasi.

“Penghargaan Achmad Bakrie diperuntukkan untuk memacu putra-putri Indonesia agar terus berupaya melahirkan ide-ide cemerlang dan karya karya gemilang demi kemajuan Indonesia,” tutur Anindra.

Berdasar publikasi PAB XIII, Azra dipilih karena komitmen keilmuannya di bidang pemikiran sosial dengan menempatkan sejarah dan keislaman sebagai wilayah akademisnya. Dalam pandangan Azra, sejarah bukan sekedar catatan arsip karena sejarah juga memberikan peringatan kritis atas dinamika sosial atau kecenderungan perubahan yang terjadi dalam masyarakat.

Bagi kalangan yang aktif di bidang pemikiran sosial, Azra berharap mereka bisa berkontribusi dengan memberikan analisis dan saran bagi kebijakan publik yang bisa diadopsi pemerintahan. Tidak hanya itu, pemikiran sosial juga diharap mengembangkan corak Islam Indonesia yang moderat (Islam Wasathiyah).

Sementara itu, Penasehat Komite Penjurian Rizal Mallarangeng menuturkan, penghargaan yang diberikan kepada Azra dan lima cendekiawan lain dilakukan melalui serangkaian nominasi yang panjang. Para kandidat selanjutnya diseleksi oleh tim juri independen yang berasal dari perguruan tinggi, lembaga penelitian dan pengkajian, asosiasi dan komunitas profesi, jurnalis, serta lembaga non-pemerintah lainnya.

“Nama-nama Dewan Juri memang dirahasiakan. Sejak awal dilaksanakan, PAB merujuk pada pola-pola Penghargaan Nobel,” terangnya.

Anugerah PAB 2015 merupakan penghargaan untuk kesekian kalinya yang diterima Azra tahun ini. Sebelumnya, Azra beroleh penghargaan sebagai Cendekiawan Berdedikasi Kompas 2015 bersama empat cendekiawan lain yakni Sri Moertiningsih Adioetomo, Yudi Latif, A Prasetyantoko, dan Yonky Karman. Anugerah ini diberikan atas dedikasi Azra sebagai penulis produktif di harian Kompas. (TAM/LRF/ZM)