Kajian Islam dan Keilmuan Bervisi Humanis Harus Diperkuat

FU, Berita UIN OnlineUpaya menjaga perdamaian dunia menjadi tugas penting bagi sivitas akademika UIN Jakarta. Hal ini bisa dilakukan dengan memperkuat kajian Islam dan keilmuan bervisi humanis bagi kelangsungan hidup manusia yang penuh penghargaan dan penghormatan.

Demikian disampaikan Dosen Fakultas Ushuluddin, Dr Media Zainul Bahri, MA dalam acara seminar nasional dan bedah buku “Wajah Studi Agama-Agama” Jurusan Perbandingan Agama di Ruang Theater lantai 4 Fakultas Ushuluddin, Selasa (12/04).

Menurut Media, sivitas UIN Jakarta harus menjadi problem solver bagi masalah sosial kemanusiaan Indonesia dan dunia. “Sebagai masyarakat akademi, menjunjung nilai-nilai toleransi tentu menjadi hal penting untuk menjaga perdamaian bangsa yang beraneka ragam suku, etnik, budaya, dan agama” ujarnya.

Penulis buku “Wajah Studi Agama-Agama” ini menambahkan, pengembangan aspek teoritis dalam studi agama juga harus dikedepankan untuk menciptakan tafsir yang humanis sehingga dapat memberikan manfaat bagi manusia pada umumnya.

“Penyebaran isu-isu kebencian terhadap kelompok lain yang berbeda dengan kita, sama saja dengan meniadakan pesan perdamaian yang sudah tertulis dalam kitab suci. Seharusnya kalangan intelektual bidang agama, bisa membuat setiap manusia merasa tentram dan nyaman bukan menjadi ketakutan” tambahnya.

Acara seminar dan bedah buku bertema Studi Perbandingan Agama Menatap Masa Depan: Problem Prospek dan Harapan ini juga menghadirkan dua narasumber lain yaitu Ahmad Muttaqin, Ph.D (Ketua Jurusan Perbandingan Agama UIN Yogyakarta), Ahmad Afnan Anshori, MA (Ketua Jurusan Perbandingan Agama UIN Walisongo Semarang). Acara dihadiri dosen dan mahasiswa Fakultas Ushuluddin. (njs)