IRF 2016, Peduli Budaya Literasi Indonesia

IRF2/Foto Silvy Novitasari

BERITA UIN Online – Goodreads Indonesia, komunitas literasi Indonesia, untuk kesekian kalinya menggelar Pameran Kebahasaan. Kegiatan tersebut dinamai Indonesia Readers Festival (IRF 2016) atau Festival Pembaca Indonesia 2016 dengan mengangkat tema “7 Keajaiban Membaca”. Acara yang diadakan di Museum Nasional Jakarta, 10-11 Desember 2016.

Menurut Zulfahmi sebagai Pengarah Festival, setiap tahunnya, Festival Pembaca Indonesia selalu menjadi tempat di mana para pembaca Indonesia bisa saling mengenal, dan tentunya membangkitkan minat baca masyarakat dengan pandangan bahwa membaca itu adalah kegiatan yang mengasyikkan.

“IRF 2016 merupakan ajang untuk mengaktualisasikan 7 keajaiban membaca sebagai pembangkit budaya literasi yang mana dijadikan sebagai tema kegiatan,” ungkap Zulfahmi.

Festival dengan tagar #bacaituseru. Menghadirkan sederetan penulis terkenal seperti Seno Gumira Ajidarma, Lala Bohang, Eka Kurniawan, Sanie B Kuncoro dan beberapa penulis lain.

Tak hanya menghadirkan penulis beken, anggota tim dari beberapa penerbit besar pun, ikut meramaikan IRF 2016, seperti Gramedia, Gagasmedia, Noura Books. Selain menghadirkan penerbit-penerbit besar, ikut juga meramaikan IRF 2016, komunitas-komunitas lain yang ikut mengisi pameran dengan suguhan-suguhan menarik. Contohnya komunitas Storial yang mengadakan #IRemember, merupakan suatu tantangan bagi pengunjung untuk mereview salah satu cerita dengan baik.
IRF 2016 sangat kental dengan budaya literasi. Ini disebabkan pihak Goodreads ingin membangun budaya literasi di Indonesia yang memang masih amat kurang, sementara budaya dan pengetahuan literasi itu sangatlah penting.

Salah satu pegiat dari Aksa Berama Pustaka, Anggi St. Anggari menegaskan bahwa penguasaan literasi sangat penting dimiliki, terutama oleh anak-anak. “Semakin baik penguasaan literasi seorang anak, semakin baik pula ia menjalani proses belajar,” ungkap Anggi kepada reporter BERITA UIN Online.com

Dalam sesi penutupan, IRF 2016 menggelar “Anugerah Pembaca Indonesia” (API), yang ditujukan untuk memberikan penghargaan bagi buku atau penulis yang bukunya menjadi bacaan favorit pembaca Indonesia. Tentunya itu menjadi pemicu semangat untuk perkembangan literasi dan perbukuan Indonesia. (lrf/Silvi Novitasari)