Bahasa VersionEnglish VersionArabic Version
  • Decrease font size
  • Reset font size to default
  • Increase font size
Please wait while JT SlideShow is loading images...
Informasi PMDK 2012/2013simnas kba 2012Informasi SNMPTN 2012Panduan PMDKAgenda Kegiatan SPMB 2012/2013

AGENDA

Home Section Blog Headline
Example of Section Blog layout (FAQ section)
62 PNS Baru Dilantik PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Furqan   
Rabu, 16 Mei 2012 13:22

Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution, BERITA UIN Online-- Bertempat di Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution, Rabu (16/5), sebanyak 62 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan UIN Jakarta dilantik menjadi PNS. Pelantikan itu ditandai dengan pengambilan sumpah PNS oleh Rektor UIN Jakarta, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Pembantu Rektor (Purek) Bidang Administrasi Umum Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA.

Pengambilan sumpah para PNS baru itu disaksikan  Purek Bidang Akademik Prof. Dr. Moh. Matsna HS, MA., dan Kepala Biro Bidang Administrasi Umum dan Kepegawaian (AUK) Drs. Abdul Somad, MA. Hadir pula pada acara tersebut Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Sumuran Harahap, MAg, MM, MSi, Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah Prof. Dr. Abuddin Nata, dan sejumlah tamu undangan.

Dari 62 PNS itu, 49 orang mengisi formasi dosen yang  tersebar di 11 fakultas. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) terdapat 8 orang, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) terdapat 10 orang, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS) terdapat 7 orang.

Selanjutnya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) terdapat 5 orang, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Kominikasi (FIDKOM) terdapat 3 orang, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) terdapat 4 orang, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) terdapat 6 orang, Fakultas Psikologi dan  Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) masing-masing  2 orang, Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) dan Fakultas Ushuluddin masing-masing 1 orang.

Sedangkan untuk tenaga kependidikan berjumlah 13 orang.  6 orang terdapat di FKIK, 3 orang terdapat di Biro AUK, 1 orang di Laboratorium Terpadu, 1 orang di FITK, 1 orang di Biro AAk, dan 1 orang di FST.

Prof. Dr. Amsal Bahtiar dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para PNS baru yang sudah diterima bekerja di UIN Jakarta melalui seleksi yang ketat. “Kami mengucapkan terima kasih. Kami mendorong Anda sekalian untuk dapat melaksanakan pengabdian dengan sebaik-baiknya, berprestasi dalam tugas, dan dapat melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi lagi,"ujarnya.

Menurutnya, para PNS yang baru dilantik ini rata-rata masih muda. Mereka rata-rata kelahiran tahun 1973, 1977, dan 1980-an. Karena itu pula, mereka diharapkan dapat melanjutkan perjuangan dan masa depan UIN Jakarta.

“20 tahun ke depan UIN Jakarta ada di tangan Anda. Maka kami berharap di tangan Anda, UIN Jakarta semakin maju, jaya, hebat, mampu bersaing di dunia nasional maupun internasional dan menjadikan kampus yang megah dan berwibawa, serta berkualitas,"tandasnya. (Furqon/saifudin)

LAST_UPDATED2
 
Hukum Humaniter Internasional Terinspirasi dari Ajaran Islam PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Arif S/saifudin   
Senin, 14 Mei 2012 16:15

Aula Student Center, BERITA UIN Online--Hukum Humiter Internasional (HHI) atau biasa disebut Hukum Perang atau Hukum Konflik Bersenjata pada dasarnya terinspirasi oleh ajaran Islam.  Pasal-pasal yang terdapat pada perundangan-undangan itu selaras dengan nilai-nilai Islam.

"Henry Dunant, Bapak Palang Merah, dan ssosok yang menjadi cikal bakal modern tentang HHI, buknalah penemu prinsip-prinsip kemanusiaan yang menjadi akar HHI. Prinsip-prinsip tersebut telah ada hampir pada semua peradaban," ujar Kepala Delegasi International Committe of the Cross Red /ICRC (Komite Komite Internasional Palang Merah) Indonesia Frederic Fournier dalam sambutannya pada acara Diskusi Publik dan Peluncuran Buku "Islam dan Hukum Humaniter Internasional: Menemukan Kesatuan Prinsip" di Aula Student Center, Senin (14/5).

Menurutnya, prinsip-prinsip HHI dapat ditemukan pada sejarah dan ajaran Islam. Pada abad ke-7, katanya, prinsip-prinsip HHI telah dipraktikkan oleh Khalifah Abu Bakar al-Shidiq.  Jadi pasal-pasal modern HHI itu bersumber dari sana.

Sebagai contoh, sambung dia,  Abu Bakar pernah  memberikan instruksi kepada panglimanya yang hendak maju ke medan perang dengan pean demiakian, "Jangan sekali-kali kalian membunuh wanita, anak kecil, orang tua renta. Jangan pernah menebangi pohon yang sedang berbuah dan pohon kurma. Jangan pernah membakarnya. Jangan pernah mengahncurkan tempat tinggal, dan jangan menyembelih kambing atau sapi, kecuali sekadar untuk makanan. Jangan pernah takut dan jangan berkhianat."

Doktrin-doktrin Islam dan fakta-fakta sejarah tersebut, lanjut Frederic, telah diterapkan kaum Muslim dalam berbagai perang. "Jadi ada keselarasan  nilai-nilai Islam dan HHI," imbuhnya.

Sementara Rektor Prof. Dr. Komaruddin Hidayat menyatakan, ICRC mempunyai misi yang selaras dengan ajaran Islam.  Komite yang berdiri sejak 1863 itu telah memberikan bantuan kemanusian di berbagai negara yang mengalami konflik.  "Apa yang dibawa ICRC spriritnya itu  sejalan dengan Islam. Organisasi ini sangat membantu penyebaran nilai-nilai Islam," katanya.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara besar perlu mengambil  peranan dan andil yang besar dalam masalah ini. "Indonesia tidak pernah menjajah negara lain. Karena itu, kita mudah diterima di mana saja, di Afrika, Asia, Eropa, dan lainnya. Berbeda dengan Amerika dan negara-negara Eropa yang punya beban sejarah sebagai penjajah," imbuhnya.

Rektor menambahkan, masyarakat dunia, terutama yang mengalami kolonialisme, akan merasakan trauma yang mendalam jika yang memberikan bantuan adalah negara-negara penjajah.  Masyarakat akan curiga dan mempunyai risistensi. "Mereka bertanya-tanya, bukankah mereka ini yang dulu menjajah kami,"tandasnya.

Ihwal tersebut dibenarkan Anggota Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Organisasi Konferensi Islam (OKI) Perwakilan Indonesia Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin. Menurutnya, di beberapa daerah yang mayoritas Muslim kurang menerima kehadiran bantuan dari Amerika ataupu  Eropa. "Ketika ke Aceh, saya menanyakan kepada warga di sana. Mereka bilang lebih senang menerima bantuan dari Turki atau negara-negara Islam,"ujarnya. (Arif s/Saifudin)

LAST_UPDATED2
 
Mahasiswa Diminta Ikut Serta Dukung Program Ketahanan Energi PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Furqan   
Jumat, 11 Mei 2012 11:12

Aula Madya, BERITA UIN Online -- Mahasiswa diminta ikut serta membantu ketahanan energi Indonesia. Alasannya, selama ini pemahaman masyarakat tentang ketahanan energi sangat minim.

“Acara ini sebagai sosialisasi ketahanan energi yang sedang digodok dalam sidang paripurna untuk kebijakan energi baru," ujar Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Dewan Energi Nasional (DEN) Ir. Farida ZED, ME pada acara sosialisasi ketahanan energi bertajuk "Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Ketahanan Energi " di Aula Madya, Jum'at (11/5).

Untuk memberikan informasi dan pemahaman yang baik tentunya keterlibatan mahasiswa sangat diperlukan. “Mahasiswa juga punya andil dalam sosialisasi kebijakan energi baru ini, sehingga ada perubahan paradigma dalam masyarakat yang berimbas pada pengurangan ekspor untuk kepentingan domestik,"katanya.

Sementara Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Sumuran Harahap dalam sambutannya mengatakan, sumber daya energi merupakan kekayaan alam yang harus dikelola dan dijaga Negara sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Menurutnya, sumber daya energi harus dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Peranan energi sangat penting artinya bagi peningkatan kegiatan ekonomi dan ketahanan nasional, sehingga pengelolaan energi yang meliputi penyediaan, pemanfaatan, dan pengusahaannya harus dilaksanakan secara berkeadilan, berkelanjutan, rasional, optimal, dan terpadu.

“Pertanyaannya adalah, apakah ekonomi kita sudah sesuai dengan pasal tersebut? Mahasiswa sebagai agent of change, melalui politik yang diajarkan, harus mampu membawa kemajuan untuk bangsa ini,"katanya. (Furqan)

 

 

 
Tingkatkan Keakraban, FSH Gelar Gerak Jalan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Arif/Saifudin)   
Jumat, 11 Mei 2012 10:50

Untuk meningkatkan keakraban dan persaudaraan, sivitas akademik Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) menyelenggarkan gerak jalan bersama di lingkungan UIN Jakarta, Jum'at (11/5). Acara gerak jalan diikuti oleh para pimpinan fakultas, karyawan, dan dosen, serta mahasiswa.

"Kita sengaja mengadakan kegiatan ini untuk menghilangkan kepenatan. Ini sengaja dikemas dengan rileks dan menyenangkan," ujar Dekan FSH Prof. Dr. H. M. Amin Suma, SH., MA., MM di sela-sela acara tersebut.

Menurutnnya, acara seperti itu penting guna menyegarkan kembali kelelahan bekerja selama di kantor. Dengan acara yang santai dan nonformil, diharapkan semua sivitas akademik FSH mendapatkan energi baru."Karena seharian kita berkerja dengan serius, dan kita bukan robot, maka perlu acara santai, tapi happy," paparnya.

Prof. Amin menambahkan, kegiatan ini digelar sebagai rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-49 FSH. "Kita berdiri pada 9 Mei 1963 yang lalu. Kegiatan ini juga untuk memperingati HUT ke-55 UIN Jakarta.  Jadi ini sebagai bentuk sosialisasi juga,"tegas anggota dewan pengawas Syariah di bank swasta itu.

Di mata mahasiswa, kegiatan gerak jalan bersama ini sangat bermanfaat. "Saya atas nama mahasiswa menyampaikan terima kasih kepada fakultas. Kegiatan ini menarik dan membuat kita saling berbagi dan lebih dekat," ujar Ridlo, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FSH.

Ia berharap, kegiatan seperti dapat diselengarakan secar berkesinambungan dan ditingkatkan."Harapan kami, perlu ada kegiatan-kegiatan yang lebih banyak lagi melibatkan mahasiswa,"sambung mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam (Mu'amalat) dengan semangat.

Tak hanya mahasiswa yang senang dengan kegiatan tersebut. Para dosen dan karyawan juga merasa terobati dengan kegiatan ini. Iswanto, staf keamanan FSH, mengaku rileks dengan acara ini. "Alhamdulillah bisa santai dan jalan bareng dengan para pimpinan, Pak,"ujarnya.

Acara gerak jalan FSH ini tergolong unik. Pasalnya, sebagian besar mahasiswa yang memeriahkan acara tersebut menggunakan kostum batik. Bagi peserta yang timnya kompak, bagus, dan indah akan diberikan hadiah menarik. (Arif s/ saifudin)

LAST_UPDATED2
 
Dua Ulama Indonesia Pengaruhi Islam di Afrika Selatan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Arif/saifudin   
Rabu, 09 Mei 2012 15:23

Gedung Sekolah Pascasarjana, BERITA UIN Online--Penyebaran Islam di wilayah Afrika Selatan tak bisa dilepaskan dari peranan dakwah dua ulama Indonesia, yaitu Syekh Muhammad Yusuf al-Makassari dari Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Imam Abdullah bin Qadlu Abdus Salam dari Tidore, Maluku.

Kedua ulama ini diakui oleh dunia internasional sebagai penyebar atau pendakwah Islam di kawasan benua Afrika itu pada abad ke-18. Demikian hal tersebut mengemuka pada seminar internasional bertajuk "Inventing the History of Indonesia in South Africa: The Role of Indonesian Ulama in Struggle Against Colonialism" di Auditorium Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta, Rabu (9/5).

Menurut sejarawan Prof. Dr. Azyumardi Azra, peranan dan  kontribusi Syekh Yusuf di Afrika Selatan dapat dilacak pada tradisi tarekat Khalwatiyah yang dianut oleh masyarakat Afrika Selatan. "Pengaruh Syekh Yusuf dapat dilihat pada kenyataan banyaknya pengikut tarekat Khalwatiyah di sana," ujarnya.

Ketokohan Syekh Yusuf dalam bidang tasawuf, sambung Direktur Sekolah Pascasarjana itu, membuat masyarakat di Afrika Selatan mudah menerima kehadirannya. "Dalam ajarannya ia menekankan berbuat husn al-zhan kepada siapa saja, termasuk kepada mereka yang tidak beriman,"paparnya.

Di tempat yang sama, Rektor International Peace College South Afrika  Prof. Dr. Salie Abrahamas, menjelaskan, Imam Abdullah yang biasa dikenal dengan sebutan Tuan Guru adalah seorang guru agama yang sangat penting di Afrika Selatan. "Dia kini dikenal sebagai Bapak Islam di Afrika Selatan,"katanya.

Menurut Abrahamas, jejak-jejak peninggalan Tuan Guru dapat dilihat pada sejumlah lembaga-lembaga Islam yang didirikan dan dikelolanya. "Beliau mendirikan masjid Auwal dan mendirikan, serta mengajar di madrasah  yang dibangunnya itu,"tegasnya.

Pengaruh Imam Abdulah sampai kini, imbuh peraih doktor pendidikan dari Harvard University itu, adalah kemunculan dan didirikannya sejumlah lembaga pendidikan Islam dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi di Afrika Selatan.

"Kini tidak hanya satu sekolah atau madrasah yang ditemukan. Saat ini banyak sekolah dasar dan menengah Islam, akademi, dan universitas, yang dalam pengajarannya menggunakan pengantar bahasa Arab,"tandasnya.

Seminar ini digelar untuk meluruskan sejarah yang selama ini terjadi salah kaprah di masyarakat Afrika Selatan. Umumnya mereka mengidentikkan ulama Melayu itu berasal dari Malaysia. Alasannya, tulisan dan ejaan Malaysia dalam bahasa asing sering disebut dan ditulis Malay, maka dua ulama ini juga dikira dari negeri jiran itu. Padahal, seperti dipaparkan dua guru besar di atas, kedua ulama itu berasal dari Indonesia dan Malay itu berarti Melayu.

Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa SPs UIN Jakarta ini terselenggara atas kerjasama antara SPs UIN Jakarta dengan Konsulat Jenderal RI di Cape Town Afrika Selatan dan Direktorat Arfika Direktorat Asia, Afrika dan Pasifik Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI. (Arif s/saifuidn)

LAST_UPDATED2
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL