Please wait while JT SlideShow is loading images...
Pengumuman Pembayaran Semester Genap 2011-2012Daftar Biaya Semester Genap 2011-2012Agenda Kegiatan SPMB 2012/2013Wisuda Sarjana ke-85Guru Besar UIN JakartaPembacaan Prasetya Sarjana

AGENDA

Home Category Blog
Example of Category Blog layout (FAQs/General category)
IKALUIN Masih Butuh Perawatan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Muhammad Nurdin   
Senin, 07 November 2011 18:53


SEJAK dibentuk tahun 1999, Ikatan Alumni IAIN/UIN (IKALUIN) Jakarta secara kelembagaan belum banyak berkontribusi positif kepada masyarakat. Hal itu disadari mengingat organisasi para alumnus IAIN/UIN Jakarta ini tak sekuat ILUNI UI yang memiliki jaringan cukup luas dan sumberdaya manusia mumpuni. Meski demikian, secara personal para alumnus IAIN/UIN Jakarta telah banyak berkiprah nyata di masyarakat, baik sebagai tokoh agama, politisi, birokrat, diplomat, cendekiawan, wartawan, dan pengusaha. “Kami optimis ke depan IKALUIN akan menjadi organisasi kemasyarakatan yang diperhitungkan mengingat jumlah alumnusnya yang mencapai puluhan ribu,” kata Drs Hadimulyo MSc, Ketua Umum IKALUIN, di sela-sela Musyawarah Nasional III IKALUIN di Aula Madya, Sabtu (29/10). Berikut wawancara lengkap wartawan BERITA UIN Online Muhammad Nurdin dengan alumnus Fakultas Ushuluddin IAIN Jakarta itu.

Bisa Anda jelaskan tentang IKALUIN?

IKALUIN merupakan organisasi para alumnus IAIN/UIN Jakarta yang memiliki ikatan emosional dengan almamaternya. IKALUIN juga harus mampu menampung dan merangkul semua elemen alumni, baik yang berhaluan radikal, liberal, maupun moderat, karena mereka adalah anak kandung dari IAIN/UIN Jakarta.

Kapan IKALUIN dibentuk dan apa tujuannya?

Organisasi ini dibentuk pertama kali pada tanggal 27 Maret 1999 dengan nama Ikatan Alumni IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tetapi ketika nama kampus berubah menjadi UIN, namanya diganti menjadi IKALUIN Jakarta pada 24 Agustus 2002. IKALUIN bertujuan tercapainya peningkatan, pengembangan, dan pembinaan semangat keilmuan, keprofesian, dan kekeluargaan alumni secara ta’awuniyah (saling menolong) dalam mewujudkan visi dan misi almamater.

Bagaimana kondisi IKALUIN saat ini?

Perlu disadari bahwa IKALUIN itu merupakan cerminan dari lembaga atau kampus tempat di mana alumni belajar. Jadi semua alumni sangat diharapkan mencerminkan visi dan misi UIN Jakarta sendiri. Lebih lebih UIN Jakarta  akan menuju World Class University. Dalam arti lain, alumni harus siap membantu memberikan ide-ide cemerlang untuk menuju ke arah cita-cita tersebut.

Kalau dilihat saat ini, IKALUIN belum progresif atau kurang menonjol seperti kampus lain. Hal ini dikarenakan ADIA, IAIN atau UIN Jakarta masih muda usianya jika dibandingkan dengan universitas-universitas lainnya seperti Universitas Indonesia (UI) atau Institut Teknologi Bandung (ITB) yang ikatan alumninya sudah tersebar dan membuat jaringan di berbagai elemen pemerintahan maupun swasta. Walaupun sebagian besar alumni UIN Jakarta menduduki jabatan penting di pemerintahan, tetapi tampaknya belum membuat jaringan ke alumni yang lainnya. Tapi saat ini IKALUIN sedang menuju ke arah sana, bahkan kami pun berharap akan menyaingi ikatan alumni dari berbagai kampus di Indonesia. Kampus kita ini kan baru menjadi UIN tahun 2002, jadi wajar saja kalau ikatan alumninya belum sesuai dengan harapan elemen masyarakat kampus dan masyarakat lain pada umumnya. Ibarat tanaman itu masih butuh pupuk dan perawatan yang intensif.

Lantas, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan agar alumni UIN Jakarta sejajar dengan kampus lain?

Ya yang paling jelas dengan peningkatan pengetahuan (knowledge), yang mengandung arti bahwa alumni UIN Jakarta harus memiliki komitmen menjadi sumber daya insani yang cerdas, kreatif, dan inovatif. Selain itu, alumni juga harus memainkan peranan penting dan optimal dalam berbagai kegiatan dan hasil-hasil riset kepada masyarakat. Komitmen tersebut merupakan bentuk tanggung jawab alumni dan kampus sendiri sebagai tempat di mana alumni itu dididik. UIN Jakarta pun mempunyai kewajiban dalam membangun sumber insani bangsa yang mayoritas muslim. Sekarang ini banyak yang belum merasakan adanya manfaat baik kepada alumni sendiri, elemen kampus, dan masyarakat.

Selama Anda menjadi ketua umum adakah kendala dalam pengembangan IKALUIN sendiri?

Ya tentu ada. Ini memang sudah hukum alam atau sunnatullah. Setiap organisasi maupun perseorangan dalam menjalani kehidupan atau metamorfosis pasti selalu menghadapi kendala atau tantangan, lebih-lebih sebuah wadah organisasi. Akan tetapi di IKALUIN sendiri karena usianya relatif masih muda atau mungkin karena masa transisi dari ADIA, IAIN, dan ke UIN, tantangan yang dihadapinya juga masih belum berat. Akan tetapi jika kendala itu kendalikan bersama maka dengan cepat IKALUIN akan tumbuh besar. Intinya wadah ini kan milik bersama, jadi harus kita laksanakan bersama.

Harapan Anda terhadap alumni  itu apa saja?

Saya dan segenap pengurus berharap alumni UIN Jakarta harus menjadi model dan penggerak pembaharuan, baik keilmuan, keislaman maupun keindonesiaan di tengah-tengah masyarakat. Lebih-lebih pengembangan kemasyarakatan  karena rata-rata alumni kita banyak yang diterjun di pemerintahan maupun lembaga-lembaga sosial. Hal ini tak berarti alumni kita tidak siap memimpin tetapi siap mengabdi dan mengembangkan ilmunya di berbagai wilayah kapan dan di mana pun. Buktinya alumni UIN Jakarta juga banyak yang menduduki jabatan penting di pemerintahan seperti Menteri Agama Suryadharma Ali dan sejumlah jabatan lainnya.

Ada tips khusus?

Kalau untuk tips khusus memang belum ada. Akan tetapi setidaknya ada tiga ranah penting yang harus kita perbaiki. Pertama, alumni harus bergerak dalam bidang lembaga pemerintahan, dengan begitu alumni UIN Jakarta mampu memecahkan masalah-masalah pemerintahan baik korupsi, politik mapun masalah-masalah krusial. Nah, di sinilah UIN Jakarta berperan penting dalam memberatas korupsi, sebab hal ini sangat sesuai dengan moto UIN Jakarta yang selalu memegang integritas yang tinggi.

Kedua, dalam bidang sosial, alumni akan lebih mudah membentuk kepedulian sosial kita terhadap masyarakat. Begitu pula pada bidang market alumni harus mampu menjadi marketing atau memasarkan dan membuat jaringan atau link ke alumnus-alumnus lainnya.

LAST_UPDATED2
 
Mahasiswa FKIK Harus Berkualitas PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Hilda Savitri   
Selasa, 11 Oktober 2011 08:35

 

Dalam mencetak calon dokter yang berkualitas, tidak cukup  hanya mementingkan kompetensi dalam bidang ilmu pengetahuan. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencetak calon dokter yang berkualitas, khususnya dalam bidang agama. Apa saja yang dapat dilakukan untuk mencetak para calon dokter yang berjiwa Islami? Berikut wawancara  Hilda Savitri dari BERITA UIN Online dengan Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Dra Farida Hamid, MPd di ruang kerjanya Gedung FKIK, Selasa (10/10).

Apakah ada pembinaan yang dilakukan fakultas terhadap mahasiswa baru?

Ada beberapa program yang dilakukan FKIK melakukan pembinaan terhadap mahasiswa baru, salah satunya adalah program matrikulasi. Program tersebut diberlakukan bagi mahasiswa baru yang akan menuntut ilmu di FKIK.

Apa yang Anda maksud dengan program matrikulasi?

Program matrikulasi adalah program yang diberikan kepada mahasiswa baru FKIK yang bertujuan untuk menyetarakan kompetensi mereka (mahasiswa baru) dalam bidang sains.  Seluruh mahasiswa baru diberikan bimbingan dalam pelajaran matematika, biologi, fisika dan kimia. Program tersebut dilakukan setiap hari selama dua bulan pada bulan Juni dan Juli sebelum masa perkuliahan dimulai. Setelah itu mereka akan di tes untuk mengetahui kompetensi mereka setelah melalui program tersebut.

Apa tujuan FKIK melakukan program tersebut?

Tujuan kami melakukan program ini adalah untuk menyetarakan kompetensi mahasiswa dalam bidang sains setingkat SMA sehingga tidak akan mengalami kesulitan untuk menjalani perkuliahan. Program tersebut diberikan bukan karena mereka dianggap bodoh, melainkan karena sebagian dari mereka tidak mendapatkan treatment yang benar dari sekolah asalnya, sehingga kemampuan mereka di bidang sains dianggap kurang.

Lalu bagaimana dengan mahasiswa yang tidak lulus tes?

Bagi mahasiswa yang nilai tesnya kurang dari standar yang kami tentukan, maka akan diperpanjang masa bimbingannya selama dua minggu untuk kemudian di tes kembali. Dan jika nilai hasil tes kedua juga tidak memenuhi standar, maka ia akan digagalkan untuk menjadi mahasiswa FKIK.

Adakah dampak yang dirasakan setelah mereka menjalani program tersebut?

Tentu saja, manfaat program matrikulasi sangat bisa dirasakan. Setelah mereka menjalani program tersebut, mereka akan menjadi lebih mudah beradaptasi dengan tiap mata kuliah yang akan ditawarkan, sehingga tidak akan ada kesulitan yang berarti lagi dalam menjalani perkuliahan.

Selain program matrikulasi, adakah program dalam bidang pembinaan mahasiswa FKIK?

Untuk mencetak calon-calon dokter yang berjiwa islami, kami juga membuat program pembelajaran al-Qur’an, pendalaman agama serta pembinaan bahasa asing, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Arab yang dilakukan di asrama mahasiswa FKIK. Program ini bertujuan agar mahasiswa selain menguasai pengetahuan dan keterampilan kedokteran atau kesehatan dengan baik, mereka juga menguasai bidang agama. Sehingga, akan mengamalkan keterampilannya tersebut sesuai dengan ajaran Islam. Dalam program tersebut, mahasiswa disertakan dalam kegiatan shalat berjamaah, tadarus al-Qur’an dan training-training keagamaan. Untuk tenaga pengajarnya, kami memberdayakan para mahasiswa senior yang berasal dari pondok pesantren untuk membina mahasiswa baru dalam program tersebut.

Adakah efek yang dihasilkan dari program tersebut?

Tahun lalu kita akui efek kegiatan ini kurang dapat dirasakan karena gedung asrama yang belum selesai dibangun, sehingga program ini sedikit terbengkalai. Tapi tahun ini efeknya sangat terasa dirasakan. Selain kemampuan berbahasa asing mahasiswa yang meningkat, akhlak mereka pun menjadi lebih Islami. Dari sini kami berharap selain mereka kompeten di bidang kesehatan, juga kompeten dalam bidang keagamaan, sehingga akan tercipta calon-calon dokter muslim yang bermutu dan akan menjalankan profesinya sesuai dengan ajaran Islam.

 
Idul Fitri Berarti Kembali kepada Fitrah PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Fauziah Mursid   
Kamis, 25 Agustus 2011 09:56


Bagi umat Islam, Hari Raya Idul Fitri memiliki makna yang sangat mendalam. Kehadirannya senantiasa disambut dengan penuh antusias. Idul Fitri dianggap sebagai hari kemenangan melawan segala hawa nafsu. Pada hari itu, umat Islam kembali kepada fitrah. Ibarat terlahir kembali ke dunia dalam keadaan suci. Bagaimana sebaiknya umat Islam memaknai Hari Raya Idul Fitri? Apa makna fitrah yang sesungguhnya? Berikut wawancara Fauziah Mursid dari BERITA UIN Online dengan Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) Prof Dr Abuddin Nata MA seusai memberikan ceramah pada buka puasa bersama pimpinan dan karyawan UIN Jakarta di Aula Student Center, Kamis (18/8).

Bagaimana pandangan Anda mengenai Hari Raya Idul Fitri?

Hari Raya Idul Fitri memiliki makna kembali kepada fitrah. Kembali yang dimaksud adalah kembali pada kehidupan yang lurus. Menurut Prof Dr Muhammad Quraish Shihab makna fitrah ada tiga, yakni fitrah kepada kebenaran yang menghasilkan ilmu, fitrah kepada kebaikan yang menghasilkan etika, dan fitrah kepada keindahan yang menghasilkan seni. Perpaduan antara ilmu, etika, dan seni itulah yang membuat hidup kita menjadi utuh, damai, dan tertib.

Hari Raya Idul Fitri erat kaitannya dengan Ramadan, nah bagaimana makna fitrah jika dikaitkan dengan Ramadan?

Proses menuju fitrah ini tentu saja tidak terlepas dari kehadiran bulan Ramadan yaitu melalui puasa. Karena dengan berpuasa dapat mengembalikan kehidupan yang sebenarnya.

Maksudnya?

Fitrah itu ditempuh melalui berbagai macam cara dan puasa ini salah satunya. Pertama, puasa dapat mengajarkan kepada kita pola konsumsi yang benar. Dengan berpuasa kita dituntut untuk menahan hawa nafsu dan makan tidak berlebihan. Dengan pola yang teratur seperti ini tentu kita akan terhindar dari berbagai macam penyakit. Dan ini disebut fitrah secara fisik.

Kedua, melalui puasa kita dapat mengembalikan hubungan komunikasi sosial. Dalam kehidupan yang materialistik dan pragmatis seperti sekarang ini manusia sering memakai istilah waktu adalah uang. Hampir setiap waktu mereka sibuk pada pekerjaan mereka masing-masing dan kurang untuk berinteraksi sosial. Oleh karena itu, kehadiran bulan Ramadan dapat mengembalikan komunikasi di antara sesama manusia melalui salat Tarawih, salat berjamaah, buka bersama dan makan sahur.

Ketiga, fitrah kembali kepada Tuhan. Melalui bulan Ramadan kita senantiasa meningkatkan ibadah dan amalan kepada Allah SWT. Hal itu dapat membangun komunikasi kepada Tuhan sebagai tempat berlindung, tempat mengadu, tempat meminta. Dan kita bukan apa-apa di hadapan-Nya. Melalui hubungan ini kita punya kekuatan untuk tidak diperbudak dan dijajah oleh apapun dan hanya tunduk kepada Allah SWT.

Sudah menjadi tradisi, Hari Raya Idul Fitri identik dengan sesuatu yang baru, seperti pakaian baru. Bagaimana Anda memaknainya?

Pada hakikatnya Hari Raya Idul Fitri bukan hanya sekadar mengenakan sesuatu yang baru, pakaian misalnya. Karena Nabi SAW bersabda bahwa Idul Fitri bukan dengan pakaian yang serba baru, tetapi bagaimana ketakwaan dan keimanan kita bertambah. Saya memaknai pakaian baru tersebut hanya sebagai simbol suatu inovasi untuk kembali kepada semangat kemajuan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Bagaimana dengan tradisi Halal Bihalal pada Hari Raya Idul Fitri, apakah memang harus diselenggarakan?

Memang halal bihalal pasti ada dalam Hari Raya Idul Fitri. Sebenarnya halal bihalal itu dipahami dari ayat al-Qur’an bahwa ciri orang yang bertakwa itu adalah yang saling memaafkan wa ‘aafinaa ‘aninnas (saling memaafkan). Karena dalam Islam baik kepada Allah SWT saja tidaklah cukup jika tidak diikuti dengan baik kepada manusia. Boleh jadi selama 11 bulan hubungan di antara sesama terdapat keretakan atau sedikit renggang. Di dalam bulan yang penuh berkah tersebut hati kita dilatih untuk ikhlas memaafkan, maka ketika tiba Hari Raya ini dapat dijadikan waktu yang tepat untuk saling memaafkan.

Apa yang harus kita lakukan untuk menjaga kefitrahan Hari Raya Idul Fitri?

Tentu saja kelanjutan fitrah yang didapat setelah bulan Ramadan dan Hari Idul Fitri harus selalu dijaga. Karena itu ada yang disebut dengan pasca-Idul Fitri. Karena ada orang yang menganggap bulan puasa itu biasa saja seperti hari biasa. Ada yang mengatakan bulan puasa itu luar biasa, artinya mereka hanya aji mumpung pada bulan Ramadan dan setelah Ramadan usai maka kembali lagi kepada perbuatan sebelumnya. Tetapi ada pula yang memaknainya sebagai bulan perbaikan. Mereka berusaha memperbaiki amal perbuatan mereka yang tidak sesuai dengan agama. Dan bagi mereka yang menganggap sebagai bulan perbaikan tentu harus dilanjutkan pengaruhnya pada bulan lain. Misalnya saat Ramadan mereka rajin salat malam, salat sunnah, dan tadarus al-Qur’an, amaliah tersebut juga harus dilakukan di luar bulan Ramadan. []

 

 
Puasa Membentuk Manusia Lebih Baik PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Nur Fitriyani dan Hafsa Tia Anisa   
Rabu, 10 Agustus 2011 11:50

 

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Puasa merupakan ibadah individual sekaligus sosial yang bertujuan untuk membentuk manusia yang lebih baik. Bagaimana agar ibadah puasa Ramadhan yang kita laksanakan dapat mengubah pribadi kita menjadi lebih baik? Untuk mengetahuinya Nur Fitriyani dan Hafsa Tia Annisa dari BERITA UIN Online mewawancarai Dekan Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dr Zainun Kamalludin Fakih yang ditemui di ruang kerjanya gedung FU, Kamis (4/8). Berikut petikannya.

Bisa Anda jelaskan bagaimana sejarah awal puasa?

Puasa sejatinya bukan hanya ada dalam tradisi Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW, jauh sebelumnya, umat agama lain juga melakukan puasa. Hal ini ditegaskan dalam surat al-Baqarah ayat 183, “Ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumush shiyamu kama kutiba ‘alal ladzina min qablikum la’allakum tattaqun”. Yang artinya, Hai orang-orang yang  beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.

Dalam ayat di atas Allah tidak menyebutkan, qablikum itu siapa saja?  Umat-umat agama terdahulu sudah jelas, dan ternyata jika kita lihat dari perkembangan sejarah, umat-umat terdahulu yang tidak diturunkan wahyu secara formal oleh Allah juga telah melakukan puasa. Orang-orang Mesir kuno jauh sebelum Nabi Ibrahim juga telah melakukan puasa.

Apakah cara berpuasa mereka sama dengan umat Nabi Muhammad?

Cara berpuasanya tentu berbeda-beda. Misalnya orang Yahudi. Orang-orang Yahudi melakukan puasa pada 10 Safar untuk memperingati keselamatan Nabi Musa setelah berhasil menyeberangi lautan dan terbebas dari kejaran Fir’aun. Puasa yang mereka lakukan dari siang sampai tengah malam dengan tidak makan daging, dan hanya makan sayur-sayuran.

Ada pula puasa yang dilakukan Pythagoras, seorang ahli matematika yang memerintahkan murid yang ingin menimba ilmu kepadanya untuk terlebih dahulu melakukan puasa. Puasa yang dilakukan boleh makan dan minum, hanya saja tidak diperbolehkan berbicara selama tujuh jam dan harus dilakukan selama tiga tahun berturut-turut. Hal ini sangat efektif untuk menjaga hati dan pikiran tetap bersih dan suci.

Nah, bagi umat Islam, puasa diwajibkan di bulan suci Ramadhan. Itu merupakan  perintah dari Allah khusus kepada umat Islam yang menjadikannya berbeda dengan umat lain. Tentunya dengan ketentuan dan tata cara yang telah ditetapkan dengan sempurna. Puasa yang dijalankan oleh umat Islam lebih ringan karena hanya dilaksanakan satu bulan, yakni di bulan Ramadhan.

 

Sejak kapan puasa Ramadhan mulai diwajibkan bagi umat Islam?

Puasa Ramadhan mulai diwajibkan setelah Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah, tepatnya di tahun kedua hijriah. Saat di Mekkah belum ada perintah puasa, karena ajaran yang ditekankan pada saat itu  adalah masalah akidah dan akhlak, dan itu adalah hal yang paling sulit.

Mengapa akidah dan akhlak begitu sulit ditegakkan?

Inti dari ajaran agama itu adalah akhlak, untuk itu tujuan Rasullah diutus oleh Allah ke muka bumi  adalah untuk menyempurnakan akhlak. Tidak hanya di zaman Rasulullah, akhlak pun menjadi barang langka pada zaman sekarang. Jika bukan kita yang mengembangkan akhlak, siapa lagi? UIN Jakarta, khususnya sebagai perguruan tinggi berbasis agama Islam, merupakan contoh bagi masyarakat.

Lalu bagaimana caranya agar UIN Jakarta bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat?

Caranya adalah dengan berdakwah yang baik, sehingga akan lebih mudah diterima. Islam itu adalah agama yang menebarkan  damai dan seharusnya menjadi mercusuar tentang damai. Bukan dengan kekerasan yang marak terjadi saat ini, yang malah menambah citra buruk pada Islam. Dakwah itu bisa dilaksanakan dengan berbagai cara seperti dakwah bil hikmah, mauizatil hasanah, dan wajadilhum billati hiya ahsan.

Bil hikmah dalam bahasa Arab artinya filsafat atau filosofi. Bulan puasa adalah bulan hikmah, maka berdakwah dengan menggunakan dakwah bil hikmah sangatlah tepat, karena dakwah bil hikmah berarti dakwah yang memberikan pelajaran.

Mauizatil hasanah yaitu dengan persuasif. Tidak dengan caci maki, melainkan dengan cara persuasif dan memberikan penjelasan yang baik. Dakwah yang menggunakan caci maki tidak akan efektif dan hanya akan menimbulkan kebencian pada pihak lain yang merasa terhina.

Kemudian, wajadilhum billati hiya ahsan, berdialog kepada mereka yang menentang  dengan  bantahan yang terbaik.

Menurut Anda apa hikmah yang bisa kita petik dari puasa Ramadhan?

Puasa dapat mendekatkan diri kita kepada Tuhan. Di dalam salah satu ayat puasa yaitu surat al-Baqarah ayat 186 yang artinya,Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat”. Di dalam ayat tersebut disebutkan bahwa Allah itu dekat, sehingga hikmah dari melaksanakan puasa adalah lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan berpuasa kita akan merasa lebih dekat dengan Tuhan. Hal ini dapat mendidik kita untuk berlaku jujur. Misalnya saat berpuasa kita tidak makan sebelum waktunya berbuka, meski makanan tersebut milik kita dan tidak ada orang yang melihat perbuatan kita. Hal tersebut kita lakukan karena kita merasa dekat dan selalu diawasi oleh Allah.

Jika terdapat orang yang berpuasa namun tidak jujur, itu akan menghilangkan pahala dari puasa yang ia jalankan Orang yang demikian hanya mendapat lapar dan haus saja, seperti halnya orang-orang korupsi, yang mengambil milik orang lain yang bukan haknya,  mereka berpuasa hanya sebatas menahan lapar dan haus, namun ibadahnya sia-sia. “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thabrany).

Puasa tidak hanya menahan haus dan lapar. Tujuan akhir dari berpuasa adalah menjadi manusia yang baik.

Bagaimana agar puasa dapat membentuk manusia yang baik?

Saat berpuasa, kita merasa ada yang mengontrol. Tuhan dekat dengan kita. Apa yang kita lakukan selalu merasa diawasi. Dengan begitu kita akan selalu berlaku jujur.

Mengikuti sifat-sifat Tuhan. Maksud dari mengikuti sifat Tuhan adalah karena Dia (Allah) tidak butuh makan, tapi Dia memberi makan makhluk ciptaan-Nya. Dan dengan berpuasa akan melatih sikap tersebut, karena saat berpuasa manusia akan menahan nafsunya terutama lapar dan haus yang merupakan kebutuhan pokok manusia, sehingga dapat merasakan penderitaan kaum dhuafa yang sering merasakan hal tersebut. Dengan begitu, akan menumbuhkan jiwa sosial manusia,  yang pada akhirnya mau berbagi dan memberi kepada orang miskin semampunya.

Di dalam filsafat, ibadah merupakan epistemologi, yaitu salah satu metode untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Puasa merupakan salah satu metode untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, sama halnya seperti salat dan ritual yang lain. Namun, bukan itu yang terpenting. Yang terpenting adalah menghubungkan diri dengan Tuhan dari segi aksiologinya, dari segi nilai, sejauh mana ibadah itu memberikan implikasi di kehidupan nyata dengan baik, untuk  kebaikan sesama. Oleh sebab itu, orang yang sedang puasa tidak boleh jahat.

Jadi puasa itu dapat meningkatkan kesalihan kita, tidak hanya kesalihan individual dengan melakukan ritual ibadah, melainkan juga dengan kesalihan sosial yakni dengan berbagi kepada sesama. Karena sesungguhnya ibadah sosial lebih tinggi kedudukannya dari pada ibadah ritual.

Keutamaan apa saja yang harus dilakukan selama bulan Ramadhan?

Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Quran. Ayat yang pertama turun adalah Iqra. Bulan Ramadhan adalah bulan ilmu. Prioritas utama adalah mendalami ilmu, karena ilmu lebih dari segala-galanya. Ilmu yang bermanfaat akan menyelamatkan kita nanti di akhirat.[]

LAST_UPDATED2
 
Penghargaan dan Kode Etik Dorong Mahasiswa Lebih Kompetitif PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Adjri Septiani   
Jumat, 24 Juni 2011 14:05

 

Penghargaan menjadi dorongan mahasiswa untuk terus berprestasi. Dan kode etik menjadikan mahasiswa berperilaku etis di setiap aktivitasnya. Kedua hal ini menjadi faktor pembentuk mahasiswa menjadi lebih kompetitif. Bagaimana penerapan kode etik dan pemberian penghargaan di UIN Jakarta? Berikut wawancara BERITA UIN Online Adjri Septiani dengan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Sudarnoto Abdul Hakim di ruang kerjanya Gedung Rektorat Rabu (22/6). Petikannya:

Bagaimana peningkatan motivasi bagi mahasiswa untuk menaati kode etik di kampus?

Kode etik merupakan aturan-aturan yang mengatur mahasiswa untuk berlaku etis di lingkungan kampus. Keterpanggilan untuk mentaati kode etik pada masing-masing individu menjadi hal yang utama. Sebenarnya, tanpa ada kode etik pun seharusnya mahasiswa dapat melakukan aktivitas yang tidak melanggar etika. Untuk saat ini implementasi kode etik memang belum maksimal. Salah satu penyebabnya adalah belum sadarnya setiap orang, dan masih bertanya-tanya siapakah yang berhak mengatur mahasiswa. Apakah dosen mempunyai kewajiban dalam mengawasi mahasiswanya atau tidak.

Apa yang selanjutnya akan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tentang kode etik?

Dalam waktu dekat kami akan membentuk tim khusus untuk merevisi kode etik yang sudah tertulis, untuk diperbaiki yang sudah tidak maksimal, dan menambah poin kode etik apabila diperlukan. Termasuk mekanisme untuk pelaksanaan kode etik itu sendiri. Tim khusus ini terdiri dari dewan kehormatan dari tingkat fakultas dan tingkat rektorat.

Bagaimana jika ada mahasiswa yang melanggar kode etik?

Apabila ada mahasiswa yang melanggar kode etik secara moral yang keras tentu akan diberikan sangsi berupa skors bahkan dikeluarkan.

Bagaimana dengan mahasiswa berprestasi?

Kami sedang menjalankan program untuk mendata mahasiswa yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Data itu diambil dari masing-masing fakultas. Apabila data itu sudah terkumpul dalam waktu dekat akan dilaksanakan acara penghargaan untuk mahasiswa yang berprestasi. Konsep awal acara itu adalah semacam culture night award yang diisi oleh mahasiswa sendriri seperti musik budaya, dan kesenian lain. Penghargaan ini diberikan sebagai motivasi bagi mahasiswa yang belum berprestasi agar keseluruhan mahasiswa menjadi kompetitif.

Dalam enam bulan terakhir ini sudah banyak mahasiswa yang berprestasi ke tingkat internasional. Diantaranya sudah diberangkatkan tiga rombongan mahasiswa ke Amerika untuk melaksanakan program pendidikan. Dan dalam waktu dekat akan diselenggarakan program kapal jepang untuk mahasiswa berprestasi keliling asia. Program-program ini akan terus dilakukan agar mahasiswa terus meningkatkan prestasinya dan tidak cepat merasa puas dengan apa yang didapatkan.

Apa pembinaan kemahasiswaan hanya tanggung jawab dari purek bidang kemahasiswaan saja?

Pembinaan kemahasiswaan sesungguhnya bukan hanya tanggung jawab dari purek bidang kemahasiswaan saja tetapi juga dengan bidang akademik. Agar pembinaan kemahasiswaan ini berjalan dengan baik, terlebih lagi pada kode etik, cara menyiasatinya dengan cara memperbaiki jadwal perkuliahan. Apabila jadwal kuliah penuh maka tidak ada lagi mahasiswa yang nongkrong menunggu perkuliahan selanjutnya.

Bagaimana tentang kegiatan mahasiswa apakah sudah memenuhi standar ?

Dari kegiatan mahasiswa yang sudah sering dijalankan sebetulnya sudah baik, namun masih ada beberapa kegiatan yang perlu dievaluasi dan ditingkatkan kualitasnya. Sebaiknya, organisasi mahasiswa yang sudah berjalan tidak hanya memikirkan prestasi sendiri saja, tapi juga harus berbagi ilmu yang telah didapat dari organisasinya kepada mahasiswa lain.

Bagaimana dengan BEMU yang dibekukan ?

BEM sampai saat ini masih dibekukan. Dan kegiatan mahasiswa yang sekarang ini hanya ada di Kongres Mahasiswa Universitas (KMU) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPMU). Teman-teman mahasiswa nanti bertugas menyelenggarakan workshop tentang revisi peraturan yang baru. Dari sanalah mahasiswa diharapkan dapat lebih terbuka , akomodatif dan harus berani mengkritik dan dikritik.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL