Zuhdi: PU Terapkan Sistem ‘Tulis’

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Nina Rahayu

PU, UIN Online - Terhitung mulai 25 Januari Perpustakaan Utama (PU) menerapkan Technology of UIN for Library Information System (Tulis) untuk peminjaman koleksi perpustakaan. Dengan sistem Tulis peminjaman buku dan pencarian buku di katalog akan lebih mudah. Menurut Kepala Perpustakaan Utama Dr Muhammad Zuhdi jika dibandingkan perpustakaan universitas negeri lain maka sistem komputerisasi yang digunakan di sini sudah jauh tertinggal.

“Perubahan sistem dilakukan karena sistem yang dulu sudah tidak user friendly dan ketinggalan zaman. Perubahan sudah kami rencanakan pada 2007 lalu, tapi karena anggaran dan tenaga IT masih terbatas, maka baru tahun ini kami bisa merealisasikannya,” kata Zuhdi saat ditemui UIN Online di kantornya, Jumat (29/1).

Zuhdi  menjelaskan sistem baru ini berasal dari Universitas Indonesia (UI), tapi softwarenya dimodifikasi sesuai kebutuhan perpustakaan UIN. Sebelum menerapkan sistem baru, terlebih dahulu PU mengirimkan tenaga Information Technology (IT)  ke UI untuk mempelajarinya. Bahkan PU juga mendatangkan tenaga ahli IT UI kemari untuk membantu perubahan sistem ‘Tulis’. “Kami tentu mengalami suka dan duka saat pergantian sistem, bahkan data kami sempat hilang semua,” paparnya.

Dia meminta mahasiswa agar dapat memahami perubahan sistem yang memakan waktu lama karena jumlah mahasiswa sangat banyak. Dia juga mengimbau mahasiswa bersabar jika tidak dapat meminjam buku sebelum melakukan aktifiasi kartu dengan sistem baru. “Meskipun hanya memindahkan data lama ke yang baru, tapi tetap memakan waktu karena harus scan foto dan masih banyak lagi,” tuturnya.

Zuhdi menginginkan ke depan PU memiliki website sendiri agar mahasiswa dapat mengakses layanan perpustakaan tanpa harus datang ke perpustakaan. “Website ini nantinya akan sangat berguna bagi mahasiswa, yang akan meminjam buku, mengetahui tanggal berapa buku harus di kembalikan dan mengetahui jumlah denda jika terlambat mengembalikan,” paparnya.

Jika tidak ada masalah, lanjut dia, website dapat diaplikasikan supaya mahasiswa lebih nyaman menggunakan layanan perpustakaan. “PU bisa menjadi tempat penelitian mahasiswa dan menjadi sumber kajian islam terbesar di Indonesia karena kita memiliki banyak buku tentang studi keislaman, bahkan ada beberapa buku yang kami sumbangkan ke universitas lain,” tambahnya. []

Zuhdi: PU Terapkan Sistem ‘Tulis’

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Nina Rahayu

PU, UIN Online - Terhitung mulai 25 Januari Perpustakaan Utama (PU) menerapkan Technology of UIN for Library Information System (Tulis) untuk peminjaman koleksi perpustakaan. Dengan sistem Tulis peminjaman buku dan pencarian buku di katalog akan lebih mudah. Menurut Kepala Perpustakaan Utama Dr Muhammad Zuhdi jika dibandingkan perpustakaan universitas negeri lain maka sistem komputerisasi yang digunakan di sini sudah jauh tertinggal.

“Perubahan sistem dilakukan karena sistem yang dulu sudah tidak user friendly dan ketinggalan zaman. Perubahan sudah kami rencanakan pada 2007 lalu, tapi karena anggaran dan tenaga IT masih terbatas, maka baru tahun ini kami bisa merealisasikannya,” kata Zuhdi saat ditemui UIN Online di kantornya, Jumat (29/1).

Zuhdi  menjelaskan sistem baru ini berasal dari Universitas Indonesia (UI), tapi softwarenya dimodifikasi sesuai kebutuhan perpustakaan UIN. Sebelum menerapkan sistem baru, terlebih dahulu PU mengirimkan tenaga Information Technology (IT)  ke UI untuk mempelajarinya. Bahkan PU juga mendatangkan tenaga ahli IT UI kemari untuk membantu perubahan sistem ‘Tulis’. “Kami tentu mengalami suka dan duka saat pergantian sistem, bahkan data kami sempat hilang semua,” paparnya.

Dia meminta mahasiswa agar dapat memahami perubahan sistem yang memakan waktu lama karena jumlah mahasiswa sangat banyak. Dia juga mengimbau mahasiswa bersabar jika tidak dapat meminjam buku sebelum melakukan aktifiasi kartu dengan sistem baru. “Meskipun hanya memindahkan data lama ke yang baru, tapi tetap memakan waktu karena harus scan foto dan masih banyak lagi,” tuturnya.

Zuhdi menginginkan ke depan PU memiliki website sendiri agar mahasiswa dapat mengakses layanan perpustakaan tanpa harus datang ke perpustakaan. “Website ini nantinya akan sangat berguna bagi mahasiswa, yang akan meminjam buku, mengetahui tanggal berapa buku harus di kembalikan dan mengetahui jumlah denda jika terlambat mengembalikan,” paparnya.

Jika tidak ada masalah, lanjut dia, website dapat diaplikasikan supaya mahasiswa lebih nyaman menggunakan layanan perpustakaan. “PU bisa menjadi tempat penelitian mahasiswa dan menjadi sumber kajian islam terbesar di Indonesia karena kita memiliki banyak buku tentang studi keislaman, bahkan ada beberapa buku yang kami sumbangkan ke universitas lain,” tambahnya. []