Warek Bidang Kemahasiswaan Pastikan Tidak Ada Perpeloncoan di OPAK

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Sejumlah mahasiswa baru saat mengikuti kegiatan Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) tahun 2013. (Foto: Nanang Syaikhu)

Sejumlah mahasiswa baru UIN Jakarta saat mengikuti kegiatan Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) tahun 2013. (Foto: Nanang Syaikhu)

Ruang Diorama, BERITA UIN Online – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Yusron Razak memastikan tidak ada perpeloncoan dalam kegiatan Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) bagi mahasiswa baru. Jika hal itu terjadi maka pimpinan UIN Jakarta tak segan-segan untuk membubarkan kegiatan tersebut.

Penegasan itu disampaikan Yusron Razak saat memimpin rapat persiapan Panitia OPAK tahun akademik 2016/2017 di Ruang Diorama, Kamis (4/8). Dia mengatakan, kegiatan OPAK bagi mahasiswa baru lebih diarahkan kepada pengenalan akademik dan kemahasiswaan yang dilakukan secara simultan dan sesuai visi misi UIN Jakarta. Selain pengenalan kepada dua masalah pokok tersebut, tema OPAK juga akan mengangkat isu-isu mutakhir, seperti radikalisme, narkoba, dan bela negara.

“Karena itu saya menegaskan selama kegiatan OPAK tidak perlu ada perperloncoan atau perbulian atas senior terhadap yunior. Saya juga meminta agar para wakil dekan bidang kemahasiswaan turut mengawasi jalannya kegiatan OPAK tersebut secara ketat,” katanya.

Yusron juga menyampaikan harapannya agar kegiatan OPAK tahun ini dapat berjalan baik sesuai rencana. Masing-masing elemen panitia harus saling koordinasi sehingga tidak ada overlap dan gap di lapangan. Demikian pula masalah pengaturan jadwal dan penyampaian materinya, semua harus sesuai dengan waktu yang tersedia serta tepat sasaran.

“Dalam pelaksanaannya, kegiatan OPAK setidaknya harus mengedepankan nilai-nilai edukatif, humanis, demokratis, dan keterbukaan,” ujarnya.

Harapan yang sama juga dikemukakan Wakil Rektor Bidang Kelembagaan dan Kerja Sama Prof Dr Murodi yang juga turut hadir dalam rapat tersebut. Ia mengatakan pelaksanaan kegiatan OPAK harus berjalan sesuai harapan pimpinan UIN Jakarta dan harapan masyarakat, yakni tidak ada bentuk kekerasan fisik maupun verbal.

“Saya ingin kegiatan OPAK diisi dengan kegiatan-kegiatan positif dan konstruktif. Bahkan bila perlu setiap mahasiswa baru diminta membawa bibit pohon untuk ditanam di beberapa titik lokasi atau lahan milik UIN Jakarta,” katanya.

Sesuai agenda, kegiatan OPAK bagi mahasiswa baru yang berjumlah lebih dari 6.000 tersebut akan dilaksanakan pada 24 Agustus hingga 26 Agustus 2016. Sedangkan upacara gladi resik dilaksanakan pada 23 Agustus 2016. Panitia pelaksana kegiatan OPAK terdiri atas pimpinan UIN Jakarta, pimpinan masing-masing fakultas, dosen dan karyawan, serta dewan mahasiswa dan senat mahasiswa, baik di tingkat universitas maupun fakultas dan jurusan.

Rapat panitia di samping membahas persoalan teknis pelaksanaan juga menyepakati mengenai pengenaan atribut dan pakaian peserta OPAK. Untuk pakaian, putra hanya mengenakan baju kemeja putih dan celana panjang serta sepatu bewarna gelap serta berkopiah tanpa motif. Sedangkan wanita, mengenakan baju lengan panjang putih, rok panjang dan sepatu berwarna gelap. Selain itu, juga terdapat tambahan selempang dengan warna sesuai masing-masing warna fakultas.

“Tidak ada atribut lain selain yang ditetapkan tadi,” tandas Yusron. (ns)