Wantanas: Konflik Kerukunan Umat Beragama Jadi Ancaman Nasional

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Kantor Wantannas, BERITA UIN Online- Kehidupan sosial politik nasional sampai kini masih dibayang-bayangi oleh berbagai ancaman. Dari aspek sosia, misalnya, masalah intoleransi dan konflik sosial antarumat beragama menjadi masalah yang pelik dan perlu penyelesaiaan ekstra hati-hati.

“Selama tahun 2012 sampai dengan bulan September, masalah nasional yang krusial mendesak dan memerlukan pemecahan hati-hati  adalah soal kerukunan hidup antarumat beragama,”ujar  Brigjen TNI Rudiono Edi SIP MM, Pembantu Deputi Urusan Lingkungan Alam Dewan Ketahanan Nasional  (Wantannas) pada acara Badan Koordinasi Humas (Bakohumas) di Kantor Wantanas, Rabu (17/10).

Menurutnya, berbagai masalah sosial politik yang memicu konflik, antara lain, soal pencegahan dan resolusi permasalahan Gereka Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin Bogor, penyelesaian tuntutan terhadap keberadaan Ahmadiyah, antisipasi dan solusi menanggapi lima untutan Forum Umat islam (FUI) terkait dengan korupsi dan kamaksiata, liberalisme, pembubaran Ahmadiyah dan aliran sesat lainnya.

Masalah-masalah tersebut, jika tidak diselesaikan secara arif dan bijak tidak menutup kemungkinan terjadinya intoleransi dan fanatisme. Untuk mengatasi hal tersebut, Wantanas telah menyusun konsep harmonisasi kehidupan umat beragama. “Kita juga menyiapkan upaya pencegahan konflik intra dan antarumat beragama,”imbuhnya.

Ia menambahkan, pada aspek ekonomi isu nasional krusial mendesak yang memerlukan pemecahan komprehensif adalah  soal BBM. “Masalah BBM dengan tetap memperhatikan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dan tidak merugikan kepentingan nasional. Itu langkah yang tepat,”tandasnya. (Samsudin/Saifudin)