Wanita Bercadar Rentan Terkena Osteoporosis

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Marisha Arianti Agustin

Gedung Fidikom, BERITA UIN Online – Studi penelitian sebuah universitas di Eropa menunjukkan seorang wanita yang memakai jilbab lebih rentan terkena osteoporosis dibandingkan dengan wanita yang tidak memakai jilbab.

Dalam acara “Beauty and Hijab Class” yang diselenggarakan LSO Sketsa Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom) di ruang teater Prof Dr Aqib Suminto lantai dua Gedung Fidikom, Senin (14/11), Nina Septiani, Brand Ambassador HiLo Soleha, menjelaskan, dari penelitian tentang pengenaan wanita berjilbab di Timur Tengah, yakni yang tidak berjilbab, wanita yang berjilbab biasa, dan wanita yang mengenakan cadar, terntata tiga yang terakhir ini sangat rentan terkena osteoporosis atau tulang keropos. Bahkan jumlahnya lebih tinggi dari wanita yang mengenakan jilbab biasa.

“Hal itu disebabkan karena kurangnya tubuh menyerap pancaran sinar matahari,” ujarnya.

Menurut Nina, sinar matahari amat penting bagi tubuh karena tubuh akan menyerap zat-zat tertentu yang dihasilkan sinar matahari sehingga baik untuk nutrisi tulang. “Karena semakin tertutup, semakin sedikit pancaran sinar matahari yang diserap tubuh,” tuturnya.

Dia juga mengungkapkan, para wanita saat ini hanya mementingkan kecantikan wajahnya saja. Padahal kecantikan badan seperti tulang yang sehat juga akan membawa dampak bagi wajah yang akan terlihat segar dan cantik. “Banyak alasan wanita enggan terkena pancaran sinar matahari secara langsung, seperti takut panas dan takut kulitnya menjadi hitam,” terangnya.

Nina berharap para muslimah lebih peduli terhadap kesehatan tulang. “Wanita disebut cantik tidak hanya luarnya saja, tetapi juga dalamnya,” jelasnya.

Sementara itu, menurut ahli kecantikan Sendy Monarchi, berkerudung atau berjilbab bukan hanya memakai baju yang menutupi aurat tetapi juga bisa menampilkan sisi keindahan dan kecantikan seorang muslimah. Salah satunya melalui pemilihan model fashion.

Meskipun seorang wanita harus menutup auratnya, bukan berarti harus ketinggalan jaman. Justru sebaliknya, dengan berjilbab muslimah bisa tetap tampil trendi dan modis. “Tentunya dengan mengikuti ketentuan syar’i,” katanya.

Saat ini, tren fashion muslim sedang berkembang. Banyak muslimah yang mulai mengenakan jilbab dan pakaian muslim modis. Sendy menegaskan, muslimah jangan memakai jilbab karena ikut-ikutan tren. “Berjilbab itu untuk mengharap ridha Allah,” tuturnya.