Walhi: Manfaatkan Hasil Pembuangan Sampah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Aula Madya, UINJKT Online - Campaigner Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Zarkasih Tanjung SPsi mengatakan, tujuan sampah didaur ulang seperti pertama untuk mengubah bahan-bahan organik yang biodegradable menjadi bahan yang stabil. Dan kedua, membunuh mikroba pathogen.

Demikian hal itu dikatakan Zarkasih pada seminar Cleanlinees Care dengan tema Toward Clean and Healthy Campus yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan  (FKIK) di Aula Madya, Sabtu (16/5).

Ia mengingatkan, tahapan dalam melakukan composting,yaitu sortasi, pengeraman (timbun), packing, hingga marketing. Namun, sebelumnya harus dipilih barang yang layak dan tidak untuk didaur ulang.

Menurutnya, permasalahan sampah yang kian menumpuk, seperti yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang (BG), Bekasi, disebabkan karena perilaku manusia sendiri. “Karena itu jika sampah yang di BG dibuatkan Candi Borobudur, saya kira akan mengalahi candi yang ada di Yogyakarta,” jelasnya yang juga mantan ketua umum Ranita UIN Jakarta 2005-2006.

Sementara itu, aktivis peduli lingkungan Fajar Indarsih mengatakan, manfaat seseorang melakukan pengolahan sampah yaitu mengurangi lahan pembuangan sampah, menyediakan bahan-bahan baku untuk industri dan menyediakan lapangan pekerjaan.

Di akui Indarsih, memang tidak mudah mengajak orang lain untuk melakukan pengolahan sampah. Terlebih sampah dicap tidak lagi memiliki nilai ekonomis, dan umumnya orang merasa mensepelekan.

“Sebenarnya kalau orang mengetahui nilai ekonomisnya, tentu dari olahan sampah pasti ada nilainya. Dan memang butuh kesabaran dalam melakukannya,” ujarnya. [Nif/Ed]

 

Walhi: Manfaatkan Hasil Pembuangan Sampah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Aula Madya, UINJKT Online - Campaigner Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Zarkasih Tanjung SPsi mengatakan, tujuan sampah didaur ulang seperti pertama untuk mengubah bahan-bahan organik yang biodegradable menjadi bahan yang stabil. Dan kedua, membunuh mikroba pathogen.

Demikian hal itu dikatakan Zarkasih pada seminar Cleanlinees Care dengan tema Toward Clean and Healthy Campus yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan  (FKIK) di Aula Madya, Sabtu (16/5).

Ia mengingatkan, tahapan dalam melakukan composting,yaitu sortasi, pengeraman (timbun), packing, hingga marketing. Namun, sebelumnya harus dipilih barang yang layak dan tidak untuk didaur ulang.

Menurutnya, permasalahan sampah yang kian menumpuk, seperti yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang (BG), Bekasi, disebabkan karena perilaku manusia sendiri. “Karena itu jika sampah yang di BG dibuatkan Candi Borobudur, saya kira akan mengalahi candi yang ada di Yogyakarta,” jelasnya yang juga mantan ketua umum Ranita UIN Jakarta 2005-2006.

Sementara itu, aktivis peduli lingkungan Fajar Indarsih mengatakan, manfaat seseorang melakukan pengolahan sampah yaitu mengurangi lahan pembuangan sampah, menyediakan bahan-bahan baku untuk industri dan menyediakan lapangan pekerjaan.

Di akui Indarsih, memang tidak mudah mengajak orang lain untuk melakukan pengolahan sampah. Terlebih sampah dicap tidak lagi memiliki nilai ekonomis, dan umumnya orang merasa mensepelekan.

“Sebenarnya kalau orang mengetahui nilai ekonomisnya, tentu dari olahan sampah pasti ada nilainya. Dan memang butuh kesabaran dalam melakukannya,” ujarnya. [Nif/Ed]