Ustadz pun Bisa Jadi Milyarder

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Elly Afriani

Syahida Inn, UINJKT OnlineSiapa bilang ustadz hanya bisa mengajar? Ustadz pun ternyata bisa menjadi Milyarder.  Salah satunya Ustadz Lihan, yang menjadi pembicara pada Seminar “Menjadi Milyarder Berjiwa Ustadz” di Syahida Inn, Jumat (27/2).

Seminar ini diselenggarakan Center of Information, Reseach, and Training for Islamic Economy (CIRTIE), lembaga yang dipimpin Ketua Prodi Muamalat Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Dr Euis Amalia MA.

Melalui seminar tersebut, CIRTIE ingin menggali lebih jauh konsep dan praktek bisnis sesuai syariah yang dijalankan Ustadz Lihan. Ini membuktikan bahwa dengan bisnis syariah yang halal, rezeki Allah terbentang begitu luas. Yang terpenting adalah kemauan untuk mencarinya dengan kerja keras dan tetap konsisten menjalankan bisnis sesuai petunjuk Allah.

Kami ingin agar para peserta mendapatkan banyak inspirasi dan keyakinan untuk memulai berbisnis,” jelas Euis.

Apa rahasia sukses bisnis Ustadz Lihan? Menurut ustadz yang lebih senang tampil sederhana ini, salah satu rahasianya adalah memiliki sifat ikhlas saat menjalankan bisnis.

Ustadz Lihan memang sosok yang sangat sederhana. Dulu ia hanya seorang guru honorer di sebuah pondok pesantren. Saat bertugas, ia mengandalkan motor butut yang setia menemaninya.

Sejak umur 13 tahun, ia telah menjadi yatim, karena bapaknya yang seorang pendulang intan di Kalimantan Selatan pergi untuk selama-lamanya menghadap Allah. Saat itulah, ujian kehidupan yang berat harus ia tanggung. Jeratan kemiskinan adalah hal yang harus ia lalui.

Tapi siapa sangka, kini, ia telah menjelma menjadi seorang konglomerat. Perusahaannya bertaburan di mana-mana. Mulai dari Balikpapan, Jakarta, Bogor, Bandung, Malang, dan Lampung. Bahkan di luar negeri, ia juga punya kantor cabang, yaitu di China.

Cakupan perusahaannya pun mulai meluas, dari perdagangan intan, franchise makanan, rental helikopter, bahkan yang terbaru, ia menggandeng perusahaan penerbangan Merpati Airlines untuk kembali membuka kembali jalur penerbangan ke Kalimantan Selatan.

Ke depan, ia berencana membuat stasiun televisi islami, pembuatan film islami dan juga mendirikan maskapai penerbangan sendiri dengan nama Lihan Air. [Nif/Ed]

Ustadz pun Bisa Jadi Milyarder

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Elly Afriani

Syahida Inn, UINJKT OnlineSiapa bilang ustadz hanya bisa mengajar? Ustadz pun ternyata bisa menjadi Milyarder.  Salah satunya Ustadz Lihan, yang menjadi pembicara pada Seminar “Menjadi Milyarder Berjiwa Ustadz” di Syahida Inn, Jumat (27/2).

Seminar ini diselenggarakan Center of Information, Reseach, and Training for Islamic Economy (CIRTIE), lembaga yang dipimpin Ketua Prodi Muamalat Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Dr Euis Amalia MA.

Melalui seminar tersebut, CIRTIE ingin menggali lebih jauh konsep dan praktek bisnis sesuai syariah yang dijalankan Ustadz Lihan. Ini membuktikan bahwa dengan bisnis syariah yang halal, rezeki Allah terbentang begitu luas. Yang terpenting adalah kemauan untuk mencarinya dengan kerja keras dan tetap konsisten menjalankan bisnis sesuai petunjuk Allah.

Kami ingin agar para peserta mendapatkan banyak inspirasi dan keyakinan untuk memulai berbisnis,” jelas Euis.

Apa rahasia sukses bisnis Ustadz Lihan? Menurut ustadz yang lebih senang tampil sederhana ini, salah satu rahasianya adalah memiliki sifat ikhlas saat menjalankan bisnis.

Ustadz Lihan memang sosok yang sangat sederhana. Dulu ia hanya seorang guru honorer di sebuah pondok pesantren. Saat bertugas, ia mengandalkan motor butut yang setia menemaninya.

Sejak umur 13 tahun, ia telah menjadi yatim, karena bapaknya yang seorang pendulang intan di Kalimantan Selatan pergi untuk selama-lamanya menghadap Allah. Saat itulah, ujian kehidupan yang berat harus ia tanggung. Jeratan kemiskinan adalah hal yang harus ia lalui.

Tapi siapa sangka, kini, ia telah menjelma menjadi seorang konglomerat. Perusahaannya bertaburan di mana-mana. Mulai dari Balikpapan, Jakarta, Bogor, Bandung, Malang, dan Lampung. Bahkan di luar negeri, ia juga punya kantor cabang, yaitu di China.

Cakupan perusahaannya pun mulai meluas, dari perdagangan intan, franchise makanan, rental helikopter, bahkan yang terbaru, ia menggandeng perusahaan penerbangan Merpati Airlines untuk kembali membuka kembali jalur penerbangan ke Kalimantan Selatan.

Ke depan, ia berencana membuat stasiun televisi islami, pembuatan film islami dan juga mendirikan maskapai penerbangan sendiri dengan nama Lihan Air. [Nif/Ed]